Argumentasi atas Legitimasi Kekhalifahan
Salah satu surat Amirul Mukminin Ali ‘alaihis salam kepada Mu‘awiyah.
Dalam surat ini, Amirul Mukminin Ali ‘alaihis salam pada hakikatnya menyampaikan penegasan dan hujah yang tuntas kepada Mu‘awiyah dalam beberapa hal.
Teks surat tersebut adalah sebagai berikut:
“(Baiat yang dilakukan oleh masyarakat di Madinah kepadaku mengikat pula bagimu yang berada di Syam), karena orang-orang yang telah membaiat Abu Bakar, Umar, dan Utsman, dengan syarat yang sama juga telah membaiatku. Oleh karena itu, tidak ada hak bagi yang hadir untuk membatalkan atau menentangnya, dan tidak pula bagi yang tidak hadir untuk menolaknya.
Sesungguhnya musyawarah itu adalah hak kaum Muhajirin dan Anshar. Apabila mereka seluruhnya memilih seseorang dan menamakannya sebagai imam, maka Allah meridhainya. Maka jika seseorang keluar dari keputusan mereka dengan celaan atau membuat bid‘ah, kaum Muslimin akan mengembalikannya ke tempat semestinya. Jika ia menolak, maka mereka akan memeranginya, karena ia telah mengikuti jalan selain jalan orang-orang beriman, dan Allah akan membiarkannya tersesat di jalan yang dipilihnya.
Wahai Mu‘awiyah! Demi jiwaku, jika engkau memandang dengan akal, bukan dengan hawa nafsu, niscaya engkau akan mendapati bahwa aku adalah orang yang paling bersih dari darah Utsman. Engkau akan mengetahui bahwa aku sama sekali tidak terlibat dalam perkara itu, kecuali jika engkau ingin menuduh dan melontarkan tuduhan yang tidak benar kepadaku. Jika demikian, maka tuduhkanlah apa saja yang engkau kehendaki. Wassalam.”
Sumber:
Surat keenam dari Nahj al-Balagha