Most searched:

kemurahan hati Amirul Mukminin

Sebuah Ayat Al-Qur’an Yang Memuji Kemurahan Hati Amirul Mukminin As

Ayat 9 Surah al-Hayhr, yang juga disebutkan dalam Ziarah Ghadiriyah, merujuk pada kemurahan hati dan tanpa pamrih Amirul Mukminin As.

Dalam ayat ini, Allah Swt menggambarkan salah satu ciri-ciri orang beriman yaitu; mengutamakan saudara seiman bahkan jika mereka sendiri membutuhkan. Dalam riwayat-riwayat dan tafsir-tafsir, karakter yang disebut Al-Qur’an ini jelas terlihat dalam perilaku dan kehidupan Amirul Mukminin As.

Ayat 9 Surah Al-Hasyr

وَالَّذِيْنَ تَبَوَّءُو الدَّارَ وَالْاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ اُوْتُوْا وَيُؤْثِرُوْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ

Orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota (Madinah) dan beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin) mencintai orang yang berhijrah ke (tempat) mereka. Mereka tidak mendapatkan keinginan di dalam hatinya terhadap apa yang diberikan (kepada Muhajirin). Mereka mengutamakan (Muhajirin) daripada dirinya sendiri meskipun mempunyai keperluan yang mendesak. Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran itulah orang-orang yang beruntung”.

Menurut riwayat Imam Hadi As dalam Ziarah Ghadiriyah, ayat-ayat ini merupakan pengingat akan kedudukan tinggi Amirul Mukminin As.

Dalam penggalan Ziarah Ghadiriyah, disebutkan:

“Engkau adalah orang yang memberi makan orang miskin, anak yatim dan tawanan, semata-mata karena ingin mencari keridhaan Allah, engkau tidak harapkan imbalan atau ucapan terima kasih. Allah Yang Maha Kuasa berfirman tentang engkau: Mereka mengutamakan yang lain daripada dirinya sendiri meskipun mempunyai keperluan yang mendesak. Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran itulah orang-orang yang beruntung.” (Surah Al-Hasyr: 9)

Salah satu contoh nyata relevansi ayat yang merupakan salah satu ayat Alawi dalam Al-Quran ini, adalah kisah kemurahan hati Amirul Mukminin As bersama Sayyidah Fathimah az-Zahra As dan anak-anak mereka, yang dalam keadaan sulit memberikan makanan mereka kepada orang-orang yang membutuhkan, sementara mereka sendiri kelaparan. Kejadian ini merupakan contoh penerapan ayat ini dan juga telah disebutkan dalam kitab-kitab tafsir.

Imam al-Askari As berkata dalam tafsirnya tentang ayat 9 Surah Al-Hasyr: “Kaum Syiah Ali adalah mereka yang mendahulukan saudara-saudara mereka daripada diri mereka sendiri, meskipun mereka sendiri sangat membutuhkan.”(1)

Dalam riwayat lain, merujuk pada ayat ini, Imam al-Askari As bersabda:

“Salam sejahtera atasmu, wahai Amirul Mukminin!” Dan pemimpin para penerus kenabian! … Ayat ini diturunkan untuk menghormatimu: Mereka mengutamakan yang lain daripada dirinya sendiri meskipun mempunyai keperluan yang mendesak. Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran itulah orang-orang yang beruntung. (2)

Amirul Mukminin As mengatakan dalam khutbahnya mengenai ayat ini:

“Demi Allah, aku bersumpah, apakah ayat ini Mereka mengutamakan yang lain daripada dirinya sendiri meskipun mempunyai keperluan yang mendesak. Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran itulah orang-orang yang beruntung.” Turun untuk selain aku diantara kalian.

Mereka menjawab: “Tidak.” (3)

Imam as-Sadiq As berkata, merujuk pada ayat 9 surah al-Hasyr: “ Mereka mengutamakan yang lain daripada dirinya sendiri” adalah tentang mereka (Amirul Mukminin As, Fatimah As, Hasan dan Husain As).” (4)

 

Sumber

  1. Tafsir Ahlulbait As Jilid. 16, hlm. 136, Bihar al-Anwar, Jilid 65, Hal. 162
  2. Tafsir Ahlulbait As Jilid 16, Hal. 142, Bihar al-Anwar, Jilid 97, Hal. 364
  3. Tafsir Ahlulbait As Jilid 16, Hal. 142, Bihar Anwar, Jilid 31, Hal. 342m Al-Ihtijaj, Jilid 1, Hal. 143, Nur ats-Tsaqalain

4. Tafsir Ahlulbait As Jilid 16, Hal. 142, Bihar Anwar, Jilid 31, Hal. 41

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *