Most searched:

Imam Ridha Ghadir

Keutamaan Hari Idul Ghadir Menurut Pandangan Imam Ridha As

Hari Raya Idul Ghadir merupakan titik balik dalam sejarah Islam; di mana wilayah Amirul Mukminin As diperkenalkan sebagai poros kebenaran dan jalan menuju keselamatan. Imam Ridha selalu menekankan poin ini berkenaan dengan hari Idul Ghadir. Dari perspektif beliau, memperingati Ghadir berarti menjaga prinsip wilayah dan mengakui kedudukan Amirul Mukminin As dalam sempurnanya agama.

Menurut Imam Ridha As Ghadir bukan sekedar tanggal; ia adalah hari memperbarui kesetiaan dan sarana mendapatkan rahmat ilahi. Pada hari ini, hubungan manusia dengan jalan kebenaran semakin diperkuat. Beliau juga menekankan bahwa berwilayah menyebabkan diampunkannya dosa, diterimanya doa dan lancarnya urusan.

 

Kedudukan Idul Ghadir Dibandingkan Dengan Hari Raya Lainnya

Menurut Imam Ridha As Idul Ghadir diperkenalkan sebagai hari kesempurnaan agama dan hari raya ilahi yang paling cemerlang di antara hari-hari besar Islam lainnya.

Diriwayatkan dari Imam Ridha As bahwa beliau berkata: “Ketika Hari Kiamat tiba, empat hari akan dibawa kepada Allah layaknya mempelai wanita yang diantar ke pesta pernikahan.”

Ditanyakan: Hari-hari apakah itu?

Imam Ridha As berkata: “Hari Idul Adha, hari Idul Fitri, hari Jumat dan hari Ghadir. Dan sesungguhnya, hari Ghadir di antara hari-hari itu seperti bulan di antara bintang-bintang. Inilah hari ketika Ibrahim al-Khalil diselamatkan dari api dan berpuasa pada hari itu sebagai ungkapan syukur kepada Allah.

Inilah hari di mana Allah menyempurnakan agama ketika Rasul Saw menunjuk Amirul Mukmininin As sebagai pembimbing dan pemimpin manusia dan keutamaannya ditampakkan; maka beliau berpuasa pada hari itu.”

 

Hari Penyempurnaan Agama Dan Kemenangan Kebenaran

Hari Ghadir adalah hari penyempurnaan, penerimaan amal perbuatan kaum Syiah, pengampunan dosa dan doa para malaikat bagi para pencinta Ahlulbait.

Imam Ridha As melanjutkan: “Hari ini adalah hari kesempurnaan; hari ketika Setan dilempar ke ke tanah; hari ketika amal perbuatan kaum Syiah dan para pencinta keluarga Muhammad diterima. Pada hari ini, Allah menjadikan amal perbuatan para penentang tidak berdaya seperti debu yang berhamburan.

Inilah hari ketika Allah memerintahkan Jibril untuk mendirikan Arsy ilahi di depan “Baitul Ma’mur.” Jibril naik ke atasnya dan para malaikat berkumpul di sekelilingnya dari seluruh langit, menyampaikan salam kepada Muhammad dan memohon ampunan bagi para pengikut Amirul Mukminin, para Imam As dan para pencinta mereka dari kalangan anak Adam.

“Inilah hari ketika Allah memerintahkan para malaikat yang mencatat amal perbuatan untuk menghentikan penulisan dosa-dosa para pencinta Ahlulbait dan kaum Syiah mereka selama tiga hari mulai dari hari Ghadir, sebagai penghormatan kepada Muhammad, Ali dan para Imam.”

 

Pengaruh Batin Dan Spiritual Hari Raya Ghadir

Imam Ridha As berkata tentang keberkahan besar hari ini: “Ini adalah hari yang telah Allah tetapkan untuk Muhammad dan keluarganya serta orang-orang yang berada di bawah rahmat-Nya. Ini adalah hari di mana Allah akan meningkatkan keadaan orang yang beribadah di hari itu dan membukakan jalan bagi keluarga dan saudara-saudaranya, serta akan membebaskannya dari api neraka.

Ini adalah hari di mana upaya kaum Syiah dihargai, dosa-dosa mereka diampuni dan amal perbuatan mereka diterima.

Ini adalah hari menghilangkan kesedihan, meringankan beban dosa, hari pengampunan dan pemberian, penyebaran ilmu, penyebaran kabar gembira dan hari raya terbesar. Ini adalah hari di mana doa-doa dikabulkan dan ini adalah hari yang agung.

Hari memperindah amal dan menyingkirkan kegelapan dosa, hari perjanjian, hari penghapusan kesedihan dan hari pengampunan dosa bagi para pengikut Amirul Mukminin As.

 

Adat Dan Tradisi Hari Ghadir

Berkenaan dengan keutamaan dan dampak spiritual hari hari Ghadir Imam Ridha As memperkenalkan hari ini sebagai hari keimanan, penerimaan amal perbuatan, pemberian makan, ibadah haji dan memohon rahmat ilahi. Beliau berkata: “Hari ini adalah hari untuk meningkatkan amal kebaikan, hari untuk mengirimkan banyak solawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, hari bahagia, dan Hari Raya Ahlulbait.

Ini adalah hari diterimanya amal perbuatan, mencari peningkatan kebaikan, penghibur bagi orang-orang beriman, perdagangan (dengan yang maha kuasa), persahabatan dan meraih rahmat ilahi.

Ini adalah hari kesucian, meninggalkan dosa-dosa besar, beribadah dan berbuka puasa bagi mereka yang sedang berpuasa. Siapa pun yang memberi makan orang beriman yang sedang berpuasa pada hari ini maka ia seperti orang yang telah memberi makan sekelompok besar orang – sampai-sampai Imam berkata sepuluh kali – dan kemudian beliau berkata: Apakah kalian tahu apa itu Fi’am?

Mereka berkata: Tidak.

Imam Ridha As berkata: Seratus ribu orang.

Hari ini adalah hari saling memberi selamat; Ketika orang-orang beriman bertemu satu sama lain, hendaknya mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berpegang teguh pada wilayah Amirul Mukminin As dan para Imam.” Hari ini adalah hari tersenyumnya wajah orang-orang beriman; barangsiapa tersenyum kepada saudaranya pada Hari Ghadir, Allah akan memandanginya dengan rahmat pada Hari Kiamat, memenuhi seribu kebutuhannya, membangunkan baginya istana mutiara putih di Surga dan membuat wajahnya berseri-seri.

Hari ini adalah hari menghias diri; barangsiapa menghias diri untuk Hari Ghadir, Allah akan mengampuni semua dosa kecil dan besarnya dan mengirimkan malaikat untuk mencatat amal kebaikan untuknya dan mengangkat derajatnya hingga tahun berikutnya. Jika ia meninggal, ia akan meninggal sebagai syahid dan jika ia hidup, ia akan hidup bahagia.

Barangsiapa memberi makan seorang mukmin, seolah-olah ia telah memberi makan semua nabi dan orang-orang saleh. Dan barangsiapa mengunjungi seorang mukmin pada hari ini, Allah akan menerangi kuburnya, melapangkannya dan tujuh puluh ribu malaikat akan mengunjunginya setiap hari dan memberinya kabar gembira tentang Surga.”

 

Seluruh Makhluk Menerima Wilayah

Imam Ridha As berbicara tentang penerimaan wilayah para penghuni langit dan bumi. Beliau berkata: “Pada Hari Ghadir, Allah memberikan wilayah kepada penghuni tujuh langit; penghuni langit ketujuh pergi terlebih dahulu dan Allah menghiasi Arsy dengan wilayah itu. Kemudian penghuni langit keempat pergi terlebih dahulu dan ia menghiasinya dengan “Bait al-Ma’mur.” Kemudian penduduk bumi masuk terlebih dahulu dan ia menghiasinya dengan bintang-bintang.

Kemudian Dia mempersembahkannya kepada bumi-bumi; Makkah masuk terlebih dahulu dan dihiasi dengan Ka’bah, kemudian Madinah masuk terlebih dahulu dan dihiasi dengan kehadiran Nabi Saw, kemudian Kufa masuk terlebih dahulu dan dihiasi dengan Amirul Mukminin As.

Kemudian dipersembahkan kepada gunung-gunung; gunung-gunung pertama yang menerimanya adalah batu akik, pirus dan rubi, dan mereka menjadi permata terbaik. Gunung-gunung lain yang menerimanya menjadi tambang emas dan perak dan yang tidak menerimanya menjadi tandus. Dipersembahkan kepada air; yang menerimanya menjadi manis dan yang tidak menerimanya menjadi asin dan pahit.

Dipersembahkan kepada tumbuh-tumbuhan; yang menerimanya menjadi manis dan lezat, dan yang tidak menerimanya menjadi pahit. Dipersembahkan kepada burung-burung; yang menerimanya menjadi manis dan lezat dan yang tidak menerimanya menjadi bisu atau bersuara rendah.

Perumpamaan orang-orang beriman dalam Menerima kepemimpinan Amirul Mukminin As pada Hari Ghadir adalah seperti para malaikat yang bersujud kepada Adam; dan perumpamaan orang yang tidak menerimanya adalah seperti Iblis.

Pada hari itu, ayat ini diturunkan: “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agamamu untukmu.” Dan Allah tidak mengutus seorang nabi pun kecuali hari pengutusannya adalah umpamanya hari Ghadir; karena pada hari itu, ia akan mengangkat pengganti dan penerus bagi umatnya dan ia akan mengakui kesucian hari itu.”

 

Sumber: Iqbal al-A’mal, Jilid 1, Hal. 465

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *