Staf departemen transportasi Makam Suci, di bawah pengawasan pengurus makam dan dengan kehadiran wakil pengurus dan anggota dewan direksi, mulai melaksanakan program transportasi peziarah selama Arbain.
Rencana ini dilaksanakan dengan menggunakan sejumlah bus modern yang dilengkapi dengan sistem pendingin udara untuk menyediakan transportasi yang aman, nyaman dan pantas bagi peziarah Arbain.
Dalam wawancara dengan pusat berita, Haidar Al-Isawi, anggota dewan direksi Makam Suci, menyatakan: “Operasi transportasi balik peziarah, yang telah diselenggarakan di daerah Haidariyah, utara Najaf dan di rute antara kota Najaf dan Karbala menuju terminal selatan, adalah tahap puncak dari program yang telah dikembangkan untuk melayani peziarah.”
Ia menambahkan: “Lokasi transfer peziarah memiliki maukib layanan, ruang salat, layanan pendukung dan peralatan dan titik lain juga telah didirikan di terminal selatan Najaf al-Asyraf untuk menyelesaikan transfer balik peziarah.”
Kepala unit transportasi, Sabah At-Tharfi, mengatakan kepada pusat berita: “Transfer peziarah dimulai pada dini hari tanggal 17 Safar dan 200 bus dialokasikan untuk mengangkut peziarah dari tempat parkir di tiang 660 ke terminal selatan agar kepulangan peziarah dari kota suci Karbala ke daerah tempat tinggal mereka dapat dilakukan dengan lancar dan mudah.”
Ia menambahkan: “Rencana ini juga mencakup alokasi 25 kendaraan untuk mengangkut para peziarah dari pintu masuk Najaf al-Asyraf ke Makam Suci Alawi; sebuah tindakan yang, selain mempermudah akses para peziarah ke makam untuk berziarah, juga membantu mengurangi kemacetan di titik-titik masuk kota. Program ini dilaksanakan dalam kerangka upaya berkelanjutan Makam Suci Alawi untuk melayani para peziarah Amirul Mukminin As dan para peziarah Arbain Imam Husain As.”
Perlu dicatat bahwa Makam Suci Alawi, dengan mengerahkan semua departemennya, menyediakan layanan yang luas kepada para peziarah Arbain Imam Husain As; Para peziarah yang menjadikan Makam Suci Amirul Mukminin As di Najaf al-Asyraf sebagai persinggahan utama dalam perjalanan mereka ke kota suci Karbala untuk berpartisipasi dalam Arbain yang agung.














