Makam Suci Alawi memberikan penghargaan kepada para relawan sebagai bentuk apresiasi atas bertahun-tahun pengabdian mereka dalam melayani para peziarah Amirul Mukminin Ali As.
Pusat Qanbar yang membawahi para relawan, bekerja sama dengan Pusat Nazm pada Unit Strategis Perencanaan dan Pengembangan Makam Suci Alawi, menggelar acara penghargaan bagi para penanggung jawab dan anggota lembaga serta kelompok relawan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pelataran Sayyidah Aminah Ss sebagai bagian dari rangkaian Pekan Shadiqain edisi kelima, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung pelayanan kepada para peziarah Amirul Mukminin AS, khususnya pada momentum ziarah besar yang dihadiri jutaan orang.
Penghargaan Jadi Motivasi untuk Terus Melayani
Haider Amiri, Ketua Lembaga Kebudayaan Al-Sibt al-Mujtaba dari Provinsi Basra, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi para relawan untuk terus memberikan pelayanan terbaik.
“Penghargaan yang bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw dan cucu beliau, Imam Ja’far Shadiq As, merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan berbagai lembaga dan kelompok pelayanan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melanjutkan pengabdian dan memberikan pelayanan terbaik kepada para peziarah,” ujarnya.
Merasakan Ketenangan, Keamanan dan Kebanggaan
Mansour Atiyah al-Jawdhari, relawan berusia 70 tahun asal Provinsi Babil dan anggota kelompok Pelayan Imam Husain As, mengaku telah mengabdikan diri melayani peziarah selama lebih dari satu dekade.
“Saya merasakan ketenangan, keamanan, dan anugerah dari Allah. Lebih dari 10 tahun saya melayani para peziarah dan saya bangga dengan pengabdian yang penuh berkah ini. Saya tidak akan meninggalkannya hingga ajal tiba. Saya berharap akhir hidup saya pun berada dalam keadaan melayani,” katanya.
Sebuah Kehormatan dan Hari yang Istimewa
Jawad Kazim Hamzah, relawan berusia 50 tahun asal Provinsi Dhi Qar dan anggota Maukib Pecinta Imam Abbas As, mengatakan kecintaan kepada Ahlulbait AS menjadi motivasi utama dirinya terus mengabdi selama lebih dari 10 tahun.
“Yang mendorong saya bertahan dalam pelayanan ini adalah kecintaan dan keterikatan saya kepada Ahlulbait As serta menjadikan mereka sebagai teladan. Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa bagi saya karena mendapatkan kehormatan untuk menerima penghargaan di Makam Suci Alawi,” ujarnya.
Satu Dekade Mengabdi dengan Bangga
Sementara itu, Hatif Kautsar al-Gharabi, relawan berusia 66 tahun asal Provinsi Qadisiyah dan anggota kelompok Syabab Zainab al-Kubra Sa, mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari kelompok tersebut sejak 2016.
Ia mengatakan, penghargaan yang diterimanya dalam acara tersebut memberinya rasa bangga dan bahagia setelah bertahun-tahun terlibat dalam pelayanan kepada para peziarah.
Mengabdi kepada Salah Satu Tokoh Terbesar dalam Sejarah
Talib Abdul Hamadi al-Jubouri, 73 tahun, asal Distrik al-Qasim, mengatakan dirinya mulai mengabdi di tempat suci tersebut sejak 11 tahun lalu.
“Sebelas tahun lalu saya mulai mengabdi di tempat suci ini. Merupakan kehormatan besar bagi saya dapat melayani para peziarah Amirul Mukminin AS, sosok mulia yang menjadi pemberi syafaat bagi kami di dunia dan akhirat serta salah satu tokoh terbesar dalam sejarah. Perasaan saya karena hari ini mendapat kehormatan untuk menerima penghargaan benar-benar tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.
Acara tersebut diikuti lebih dari 1.000 relawan yang mewakili 40 lembaga dan kelompok pelayanan dari berbagai provinsi di Irak.