Pintu-pintu besar dan indah di serambi Makam Suci Alawi, dengan desain yang memukau dan seni halus yang menghiasinya, merupakan simbol keagungan dan kemegahan tempat suci ini.
Masing-masing pintu dibuat dari bahan berkualitas tinggi dan bernilai, seperti kayu-kayu pilihan serta dekorasi khas, sehingga menghadirkan perpaduan istimewa antara seni Islam autentik dan arsitektur tradisional.
Pintu-Pintu Serambi Timur
Setelah sebuah pintu kayu dipasang bersamaan dengan pembangunan bangunan Makam Suci Alawi yang ada saat ini pada tahun 1023 H/1614 M, pintu tersebut menjadi pintu masuk utama tertua menuju Makam Suci Alawi dari sisi timur serambi.
Pintu itu bertahan cukup lama hingga sekitar tahun 1219 H/1804 M, ketika kemudian dilepas dan digantikan dengan sebuah pintu perak yang pembangunannya dibiayai oleh Haji Muhammad Husain Allaf Isfahani.
Selanjutnya, pada tahun 1287 H/1870 M, pada masa pemerintahan Nasiruddin Shah Qajar, pintu perak tersebut digantikan lagi dengan pintu perak lainnya yang kali ini disumbangkan oleh Mushir al-Saltanah, Sayid Abu al-Hasan Ahmad Shirazi.
Kisah Pembuatan Pintu Makam Allamah Hilli dan Muqaddas Ardabili
Dua pintu kecil ini menghubungkan pelataran Iwan Emas dengan serambi timur Makam Suci Alawi.
Pintu makam Allamah Hilli berada di sebelah kanan, di dekat menara utara. Sedangkan pintu makam Muqaddas Ardabili terletak di sebelah kiri, berdekatan dengan menara selatan.
Perlu dicatat bahwa pintu perak terakhir untuk ruangan makam Allamah Hilli dipasang pada tahun 1373 H dengan biaya dari Fathullah Iravani, dan tanggal pemasangannya diabadikan oleh Sayid Muhammad Husain Hilli dalam sebuah syair.
Pada tahun 1395 H/1975 M, Haji Abdul Rasul Muhammad Ali Ajinah bertemu dengan Sayid Muhammad Kalantar di Universitas Keagamaan Najaf dan menyatakan kesediaannya untuk menanggung biaya dari hartanya sendiri guna membuat dua pintu emas bagi makam Allamah Hilli dan Muqaddas Ardabili sebagai pengganti pintu-pintu perak yang ada.
Sayid Kalantar menyetujui usulan tersebut dan menerima tanggung jawab untuk menindaklanjuti serta mengawasi pelaksanaannya.
Pada musim panas tahun yang sama, ia pergi ke Isfahan dan menyerahkan ukuran serta tulisan yang harus diukir pada pintu-pintu tersebut kepada para maestro terkemuka, termasuk Haji Muhammad Husain Parvaresh, ahli seni pengolahan emas, desain, dan ornamen, serta Ustad Shukrullah Sani’zadeh, pakar enamel, warna, dan dekorasi seni.
Kisah Pemindahan Pintu-Pintu
Setelah empat tahun pengerjaan terus-menerus, kedua pintu tersebut akhirnya selesai dibuat dalam bentuk yang sangat indah.
Untuk memindahkannya, Syekh Ridha, putra Allamah Syekh Abdul Husain Amini, ditugaskan membawa pintu-pintu tersebut dari Isfahan menuju perbatasan Iran-Irak.
Proses ini berlangsung dengan sangat sulit karena kondisi jalan tidak aman dan situasi umum Iran setelah jatuhnya pemerintahan Mohammad Reza Pahlavi serta berdirinya Republik Islam Iran belum sepenuhnya stabil.
Setelah itu, Syekh Syarif, putra Allamah Syekh Muhammad Husain Al Kasyif al-Ghitha, bertanggung jawab membawa pintu-pintu tersebut dari perlintasan perbatasan Mundziriyah menuju Najaf al-Asyraf.
Akhirnya, kedua pintu itu dipasang pada bulan Dzulqa’dah 1399 H/1979 M.
Meskipun peristiwa ini sangat penting, tidak ditemukan qasidah atau syair yang mencatat tanggal peristiwa tersebut.
Diduga hal ini disebabkan oleh ketakutan para penyair terhadap represi rezim Ba’ath. Kekhawatiran akan penangkapan dan interogasi membuat mereka enggan menggubah dan mempublikasikan syair mengenai peristiwa tersebut.
Prasasti Peringatan pada Pintu Makam Allamah Hilli dan Muqaddas Ardabili
Pada bagian bawah sisi kanan pintu makam Allamah Hilli tertulis:
“Dengan nama Allah Yang Mahatinggi. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan karunia kepadaku dan memberiku taufik untuk menyelesaikan pembuatan dua pintu emas ini bagi makam Sayid al-Washiyyin dalam bentuk yang paling indah dari sisi seni dan keindahan. Biaya pembuatannya ditanggung oleh Haji Abdul Rasul Haji Muhammad Ali Ajinah dari hartanya sendiri semata-mata demi mencari keridaan Tuhan.”
Sedangkan pada bagian bawah sisi kiri pintu tertulis:
“Sebagai tanda kecintaannya yang tulus kepada para Imam Ahlulbait as, kedua pintu ini dibuat di kota Isfahan oleh para ahli pada bulan Muharam tahun 1397 H. Dan aku, yang berharap memperoleh syafaat para leluhur suciku, Sayid Muhammad bin Sayid Sultan bin Sayid Mustafa Musawi Kalantar, semoga Allah mengampuni mereka.”
Tulisan peringatan yang sama juga terdapat pada pintu makam Muqaddas Ardabili.
Namun setelah pintu tersebut direstorasi akibat kerusakan berat yang disebabkan serangan pasukan Ba’ath ke Makam Suci Alawi dalam Intifadhah Sya’baniyah 1991, tulisan tersebut dihapus dari pintu.
Selain itu, sebuah qasidah karya penyair Abdul Sahib Imran Dujaili dituliskan pada bingkai kedua pintu.
Bagian awal qasidah tersebut ditulis pada pintu makam Allamah Hilli, sementara kelanjutan bait-baitnya dituliskan pada pintu makam Muqaddas Ardabili.
Restorasi dan Pelapisan Emas pada Pintu Kedua Makam
Pada tahun 1432 H/2011 M, tenaga teknis khusus di Makam Suci Alawi mulai melakukan restorasi terhadap pintu makam Muqaddas Ardabili.
Pada tahap pertama, bagian kayu yang rusak diperbaiki dan diperkuat dengan bahan kimia khusus untuk mencegah kerusakan akibat rayap.
Pada tahap kedua dilakukan pelapisan emas ulang. Sekitar dua kilogram emas digunakan untuk melapisi kembali 397 bagian dengan metode penempaan manual.
Qasidah yang sebelumnya terdapat pada pintu juga ditulis kembali, dan struktur emas di bagian atas pintu makam turut dilapisi emas ulang.
Pada tahun 1433 H/2012 M, restorasi dan renovasi pintu makam Allamah Hilli dilaksanakan.
Dalam proyek ini, kayu pintu diganti dengan jenis yang lebih berkualitas, dibuat rangka baja baru, serta dilakukan perbaikan pada motif, dekorasi, dan enamel.
Sekitar 2.300 gram emas murni digunakan untuk pelapisan emas ulang.
Pintu-Pintu Serambi Barat
Kajian terhadap rancangan arsitektur asli Makam Suci Alawi menunjukkan bahwa iwan-iwan di sisi barat serambi dibuat tepat berhadapan dengan iwan-iwan di sisi timur.
Sebelum tahun 1426 H/2005 M, yaitu sebelum koridor-koridor di sepanjang serambi barat dibongkar dan kemudian digabungkan ke dalam proyek perluasan sisi barat, terdapat sebuah jendela logam yang menghadap dari serambi barat menuju ruang terbuka di tengah koridor tersebut.
Selain itu, terdapat empat pintu kayu kecil di sisi yang berdekatan dengan serambi, yang mengarah ke ruangan-ruangan koridor.
Setelah pembangunan Serambi Abu Thalib yang baru dan peresmiannya pada tahun 1432 H/2011 M, muncul kebutuhan untuk menciptakan hubungan langsung antara serambi baru tersebut dan serambi barat guna memudahkan pergerakan para peziarah.
Karena itu, jendela logam tersebut dilepas dan digantikan dengan sebuah pintu yang bentuk dan tampilannya disesuaikan dengan pintu emas pada pintu masuk serambi timur.
Pintu ini memiliki lebar sekitar 3 meter dan tinggi 6,75 meter.
Dua pintu kayu di sisi kanan dan kiri tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Namun dua pintu kayu di sisi utara dan selatan dilepas dan bukaannya diperlebar sehingga terbentuk dua pintu masuk baru, masing-masing dengan lebar sekitar 3 meter.
Dengan demikian, secara keseluruhan terbentuk lima pintu masuk yang menghubungkan kedua serambi agar lalu lintas peziarah menuju makam Amirul Mukminin as menjadi lebih lancar dan mudah.
Hal yang menarik adalah bahwa pintu terpenting serambi barat saat ini adalah pintu tengah, yaitu Bab Abu Thalib.
Pintu ini disumbangkan oleh Haji Mu’in Jadi dan dipasang pada 18 Dzulhijjah 1435 H/2014 M, bertepatan dengan Idul Ghadir Khum.
Pada bagian bawah sisi kanan pintu tertulis:
“Pintu ini dibuat dengan keberkahan marja agung, Sayid Sistani.”
Sedangkan pada bagian bawah sisi kiri tertulis:
“Atas biaya dermawan Haji Mu’in Syekh Jabir Jadi Najafi, 1435 H.”
Pintu mewah ini sepenuhnya dibuat di Najaf dan terkenal karena kekayaan unsur dekoratif serta keindahannya.
Dekorasi tersebut dibuat oleh tangan terampil Haji Majid Abu al-Nawa’ir.
Dalam pembuatannya digunakan kayu jati Burma, sekitar 500 kilogram tembaga, 2 kilogram emas, serta enamel biru.
Pada kedua sisi pintu dan lengkungan di atasnya juga dituliskan beberapa bait karya khatib mimbar Husaini, Syekh Dr. Ahmad al-Wa’ili.
Pintu-Pintu Serambi Utara
Menurut rancangan arsitektur asli masa Safawi, dinding serambi utara memiliki tiga pintu.
Pintu yang paling penting adalah pintu Iwan Ulama, yang langsung menghadap ke jendela makam suci Alawi.
Di hadapannya, pada sisi utara, terdapat Iwan Utara Besar atau Iwan Yazdi, yang dalam struktur arsitektur awal sebenarnya merupakan Bab Tusi.
Perlu diketahui bahwa dalam arsitektur awal Makam Suci Alawi, Iwan Ulama berfungsi sebagai sebuah pintu yang mengarah ke serambi utara.
Di bagian atas pintu tersebut dari sisi luar, terdapat tulisan dari ubin berupa ayat ke-58 Surah al-Baqarah:
«ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّداً»
“Masuklah melalui pintu itu dengan bersujud.”
Saat ini pintu tersebut ditutup dengan sebuah jendela logam besar.
Di samping Iwan Ulama, pada sisi kanan dekat Serambi Abu Thalib, dahulu terdapat sebuah pintu perak dengan struktur kayu besar.
Di tengahnya terdapat sebuah pintu kecil yang mengarah ke Pelataran Suci Alawi. Di koridor tengah pintu ini, Allamah Fadhil Syarabiyani dimakamkan pada tahun 1322 H/1904 M.
Pintu-Pintu Hadiah dari Kota-Kota Iran untuk Makam Suci Alawi
Pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw tahun 1434 H/2013 M, dua pintu baru dipasang menggantikan pintu-pintu sebelumnya.
Pintu-pintu ini dibuat di Shiraz, Iran, menggunakan kayu jati Burma, salah satu jenis kayu terbaik di dunia, dan dihiasi dengan emas serta perak. Pintu di sisi kanan disumbangkan oleh Universitas Ilmu Kedokteran Shiraz, Iran.
Sedangkan biaya pembuatan pintu di sisi kiri ditanggung oleh Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, Iran.
Pada Selasa, 16 Sya’ban 1445 H/27 Februari 2024, pemasangan pintu emas di pintu masuk Iwan Ulama selesai dilakukan.
Pintu indah ini dibuat di bengkel pembuatan ornamen Isfahan dan menghadap ke serambi utara Makam Suci Alawi.
Saat ini, pintu tersebut tidak terhubung langsung ke halaman utara Pelataran Suci Alawi karena terdapat sebuah jendela logam di depannya.
Pintu-Pintu Serambi Selatan
Pada dinding serambi selatan, sejajar dengan serambi utara, terdapat tiga pintu, salah satunya adalah pintu Iwan Mizab.
Pintu ini menghadap ke serambi selatan Makam Suci Alawi, tetapi saat ini ditutup dengan sebuah jendela logam besar.
Perlu dicatat bahwa Iwan Mizab pada masa lalu berfungsi sebagai sebuah pintu.
Di bagian atasnya tertulis ayat ke-46 Surah al-Hijr:
«ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ»
“Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman.”
Pintu tersebut berada tepat berhadapan dengan Iwan Selatan Besar atau Iwan Habbubi, yang sebelumnya merupakan pintu utama kiblat dan dibangun pada masa Safawi.
Bab al-Murad; Pintu bagi Para Sultan
Pintu di sebelah kiri Iwan Mizab, ke arah Serambi Abu Thalib, dikenal sebagai Bab Ummul Banin sa.
Sedangkan pintu di sisi kanan, yang berhadapan dengan pintu kiblat saat ini, dikenal sebagai Bab al-Murad.
Syekh Muhammad Hirzuddin menyebutkan bahwa Sultan Murad Ottoman, ketika berkunjung ke Najaf al-Asyraf, memasuki makam melalui pintu ini. Karena itulah pintu tersebut kemudian dikenal dengan namanya.
Pintu itu biasanya tertutup dan hanya dibuka untuk masuknya para sultan.
Orang terakhir yang disebut melewati pintu tersebut adalah Sultan Nasiruddin Shah Qajar.
Pada pintu masuk ini, sebuah pintu perak bernilai tinggi yang dihiasi emas dipasang pada Jumat, 25 Sya’ban 1341 H/13 April 1923 M.
Biaya pembuatannya ditanggung oleh Hajiyah Takhah, ibu dari Syekh Abdul Wahhab Sukkar Al Fir’aun, pemimpin kabilah Al Fatlah, dengan biaya sebesar 2.200 lira emas.
Pada pintu tersebut juga diukir sebuah qasidah karya Allamah Syekh Abdul Karim al-Jaza’iri yang mencatat tanggal pemasangannya.
Pada tahun 1434 H/2013 M, dua pintu perak di serambi selatan juga diganti dengan pintu-pintu baru yang dihiasi emas dan perak agar serupa dengan pintu-pintu serambi utara.
Pintu Bab al-Murad disumbangkan oleh sekelompok mukmin dari wilayah Gerash, dekat Shiraz, Provinsi Fars.
Sedangkan biaya pembuatan pintu Bab Ummul Banin sa ditanggung oleh sekelompok mukmin dari wilayah Bavanat, yang juga berada di Provinsi Fars.
Pemasangan pintu emas pada pintu masuk Iwan Mizab selesai pada Kamis, 22 Jumadil Awal 1445 H/7 Desember 2023 M.
Pintu tersebut menghadap ke serambi selatan Makam Suci Alawi dan merupakan salah satu dari dua pintu yang dibuat di Isfahan.
Bentuk, detail seni, dan dekorasinya sepenuhnya serupa dengan pintu emas pada pintu masuk Iwan Ulama yang telah disebutkan sebelumnya.
Sumber:
Diambil dari kitab Tarikh al-Marqad al-Alawi al-Mutahhar.
Pada bagian sebelumnya dari rangkaian tulisan ini telah dibahas tinjauan sejarah, arsitektur, dan prasasti Makam Amirul Mukminin as.