Menurut Unit Berita Pusat Astana Suci Alawi, Dar al-Quran yang berafiliasi dengan Departemen Urusan Intelektual dan Kebudayaan, menyelenggarakan edisi ketiga program pengembangan nasional bagi para pengajar al-Quran, dengan partisipasi tiga puluh instruktur al-Quran dari seluruh provinsi di Irak.
Amir Kassar, Wakil Kepala Dar al-Quran, dalam wawancara dengan Pusat Berita Astana menyatakan:
“Program ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi ilmiah dan pedagogis para pengajar al-Quran. Program ini mencakup sesi pengajaran tingkat lanjut yang didasarkan pada metodologi pendidikan terbaru, serta pelatihan mengenai topik-topik kontemporer yang berkaitan dengan kaidah tajwid dan ilmu-ilmu al-Quran.”
Ia menambahkan: “Melalui pendekatan ilmiah dan praktis, program ini berupaya meningkatkan standar pengajaran al-Quran secara keseluruhan di kalangan para pendidik.”
Dr. Ahmed al-Najafi, instruktur kursus tersebut, menyoroti kandungan akademik program dengan mengatakan:
“Materi pendidikan telah dirancang secara modern dan sederhana.” Ia menjelaskan lebih lanjut: “Sesi hari ini dikhususkan untuk tajwid analitis, karena bidang ini berkaitan langsung dengan persoalan fonetik dan morfologis serta berperan efektif dalam memperkuat pemahaman praktis mengenai kaidah-kaidah tajwid di kalangan para peserta didik.”
Dhia Abbas, salah seorang peserta dari Provinsi Wasit, memuji standar tinggi program tersebut dan menggambarkannya sebagai program yang istimewa. Ia mengatakan:
“Kursus ini telah memberikan nilai tambah yang signifikan dalam bidang pendidikan al-Quran, khususnya dalam memperkuat kefasihan bahasa, ketepatan dalam menerapkan kaidah tajwid, serta kejelasan konsep.”
Abdul-Ala Al-Salihi, seorang instruktur peserta dari Provinsi Basra, juga memuji materi pendidikan dan kurikulum program tersebut dengan menyatakan:
“Metode pengajaran yang digunakan bersifat maju dan inovatif. Penggunaan perangkat teknologi modern yang disediakan oleh Astana Suci Alawi memainkan peran penting dalam memperkaya kualitas ilmiah kursus ini, khususnya dalam menjelaskan landasan historis dan tahapan perkembangan ilmu tajwid, serta dalam memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaan para peserta.”
Program ini merupakan bagian dari rangkaian lebih luas inisiatif al-Quran dan akademik yang dilaksanakan oleh Astana Suci Alawi, yang mencerminkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi pendidikan serta memperkuat peran budaya al-Quran dalam masyarakat.





