Most searched:

Tokoh Ilmuan Najaf

Tokoh Ilmiah Awal yang Bermukim di Najaf

Tokoh-Tokoh Ilmiah Awal yang Bermukim di Najaf

Pada tahun 296 Hijriah, Husain bin Ahmad, yang dikenal dengan julukan al-Mastūr atau al-Maktūm, melakukan ziarah ke makam suci Amirul Mukminin Ali (as) di Najaf. Dalam perjalanan tersebut, ia berinteraksi dengan sejumlah ulama dan tokoh ilmiah terkemuka, di antaranya Abul Qasim Husain bin Ruh dan Ali bin Faḍl.

Tidak lama kemudian, pada tahun 308 Hijriah, Sayyid Syaraf ad-Din Muhammad, yang dikenal sebagai Ibnu as-Sidrah, menetap di Najaf. Ia diangkat sebagai naqib al-‘ulama dan menetap di kota tersebut hingga akhir hayatnya. Keluarganya kemudian dikenal dengan sebutan Bani as-Sidrah.

Syaikh Ahmad bin ‘Ali an-Najasyi dalam kitab Rijāl-nya menulis bahwa ia pernah bertemu dengan Ishaq bin Hasan bin Bakran al-‘Uqrā’i at-Tammār di Kufah dan meriwayatkan darinya kitab karya al-Kulaini. Syaikh Aqa Buzurg Tehrani menjelaskan bahwa istilah mujāwir berarti seseorang yang menetap secara permanen di tempat-tempat suci, yang menunjukkan bahwa tokoh tersebut bermukim di Najaf, bukan sekadar berziarah.

Selain itu, Syaikh an-Najasyi pada tahun 400 Hijriah melakukan perjalanan ke Najaf dan bertemu dengan sejumlah ulama, di antaranya Syaikh Abu Nashr Hibatullah bin Ahmad bin Muhammad (Ibnu Barinah) serta gurunya Abu ‘Abdullah bin Khamri.

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *