Most searched:

Historis

Keterkaitan Historis Najaf dengan Kota Hirah dan Kufah

Najaf, bersama Hirah dan Kufah, membentuk suatu “segitiga peradaban” (al-muthallats al-hadari) yang memiliki peran penting dalam sejarah Irak, baik sebelum Islam maupun setelahnya, dalam aspek sosial, ekonomi, politik, keagamaan, ilmiah, dan budaya.

Berdasarkan sumber-sumber sejarah, pendirian awal kota Hirah dikaitkan dengan masa pemerintahan raja Babilonia, Nebukadnezar (604–562 SM).

Aṭ-Ṭabari meriwayatkan:
“Ia mengumpulkan sekelompok pedagang Arab yang sering datang ke wilayahnya di kawasan Najaf, lalu membangun rumah-rumah dan benteng bagi mereka serta menempatkan penjaga di sana.”

Kejayaan Hirah mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Dinasti Lakhmid (268–633 M). Mereka beragama Kristen, sehingga banyak biara didirikan di wilayah tersebut, dan sebagian peninggalannya masih dapat dijumpai hingga kini.

Adapun Kufah, setelah didirikan pada tahun 17 Hijriah (638 M), berkembang menjadi pusat politik dan administratif yang penting. Pada tahun 36 Hijriah (657 M), Amirul Mukminin (عليه السلام) menjadikannya sebagai ibu kota pemerintahan Islam.

Secara geografis dan historis, Najaf senantiasa memiliki keterkaitan erat dengan Hirah dan Kufah. Oleh karena itu, dalam berbagai sumber disebut dengan nama-nama seperti “Najaf al-Hirah” atau “Najaf al-Kufah”.

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *