Most searched:

Hadiah

Memberi Hadiah Mengabadikan Kebahagiaan Ghadir

Memberi dan menerima hadiah, dengan memperhatikan ketentuan syariat, merupakan perbuatan yang terpuji dan memiliki dampak psikologis yang khusus, terutama pada anak-anak dan remaja. Waktu terbaik yang dalam banyak riwayat sangat dianjurkan untuk memberi hadiah adalah pada Hari Raya Ghadir.

Imam Ridha (as) bersabda:

«[یوم الغدیر] یَوْمُ الْحَبَاءِ وَ الْعَطِیَّةِ»

“Hari Ghadir adalah hari pemberian dan hadiah.”[1]

Diriwayatkan bahwa Imam Hasan (as) pada Hari Raya Ghadir di Kufah mengadakan jamuan besar. Amirul Mukminin Ali (as) bersama anak-anaknya dan sekelompok pengikutnya, setelah shalat, pergi ke rumah Imam Hasan (as) untuk menghadiri majelis tersebut. Setelah jamuan selesai, Imam Hasan (as) memberikan hadiah kepada masyarakat.

Fayyadh al-Tusi berkata:
“Pada Hari Raya Ghadir aku menghadap ke hadapan Imam Ridha (as). Beliau menahan sekelompok sahabat khususnya untuk berbuka. Beliau mengirimkan makanan, berbagai hadiah, dan pemberian kepada keluarga mereka, serta memakaikan kepada mereka pakaian, cincin, dan sepatu.”[2]

Sumber:

  1. Sayyid Ibn Tawus, Iqbal al-A‘mal, jilid 1, halaman 464–465, Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1409 H.
  2. ‘Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar al-Jami‘ah li Durar Akhbar al-A’immah al-Athar, jilid 95, halaman 322, Beirut: Dar Ihya’ al-Turath al-‘Arabi, 1403 H.

 

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *