Kepengurusan Makam Suci Alawi mengumumkan bahwa program dan acara peringatan Idul Ghadir tahun ini akan diselenggarakan sesuai dengan situasi luar biasa yang dihadapi negara-negara di kawasan, mengingat rasa duka cita atas kehilangan orang-orang terkasih, serta peristiwa pahit yang terjadi di Republik Islam Iran dan Lebanon.
Kepengurusan makan suci menekankan bahwa sifat program akan menyesuaikan dengan keadaan sambil tetap menjaga kesucian acara dan semangat imannya.
Masalah ini diangkat dalam konferensi pers yang diadakan di Najaf al-Ashraf oleh Haidar Rahim, Kepala Departemen Media Kepengurusan Makam, di mana ia menjelaskan persiapan untuk Pekan Ghadir Internasional.
Ia berkata: “Perayaan ‘Idul Ghadir’ tahun ini akan memiliki suasana yang selaras dengan keadaan kawasan dan akan difokuskan terlebih pada aspek keagamaan, budaya dan iman; aspek-aspek yang mencerminkan wilayah dan keterikatan dengan jalan Amirul Mukminin As.
Ia menambahkan: “Pekan Ghadir Internasional tahun ini akan membawa pesan global yang melampaui batas geografis dan menampilkan perluasan nilai-nilai insani dan peradaban Ghadir; oleh karena itu, upacara pengibaran bendera Ghadir yang penuh berkah terjadi secara meluas yang belum pernah terjadi sebelumnya; jumlah lokasi pengibaran bendera telah meningkat dari sekitar sembilan puluh lokasi pada tahun-tahun sebelumnya menjadi hampir 150 lokasi resmi di dalam dan luar Irak, termasuk 128 negara.”
Ia melanjutkan: “Untuk pertama kalinya, bendera Ghadir akan dikibarkan di 20 provinsi Iran yang telah menjadi sasaran serangan dan pemboman agresif; Tindakan ini diambil dalam kerangka poros yang diumumkan oleh Makam Suci Alawi dalam gerakan persahabatan bangsa Iran dengan kemanusiaan dan sebagai tanggapan atas seruan Otoritas Keagamaan Tertinggi agar bendera-bendera ini menjadi pesan solidaritas, perlawanan dan harapan terhadap agresi yang telah terjadi di wilayah-wilayah tersebut.”
Melanjutkan pertemuan yang diadakan di aula Aminah di halaman Fatimah As, kepala departemen media menjelaskan bahwa program-program tersebut akan disajikan dengan mempertimbangkan perasaan umat beriman dan juga sejalan dengan suasana duka bangsa-bangsa di kawasan; pada saat yang sama, perayaan Ghadir akan diperingati sebagai peristiwa keagamaan besar yang mengingatkan kita akan nilai-nilai persatuan, stabilitas dan kesadaran.
Kegiatan Pekan Ghadir Internasional dimulai pada tanggal 15 Dzulhijjah dan mencakup upacara pengibaran bendera Idul Ghadir di Makam Suci Alawi. Program-program Al-Quran, budaya, acara khusus wanita, program anak-anak dan remaja, pameran warisan dan karya seni, proyek-proyek bantuan sosial, serta pelaksanaan pelayanan dan program terorganisir dalam rangka menyambut para peziarah yang akan mengunjungi Najaf al-Ashraf dalam agenda ziarah besar menyambut Idul Ghadir.