Musuh-musuh dari dalamIslam, yaitu kaum munafik, memiliki banyak rencana terkait Islam. Namun, dengan peristiwa Ghadir dan pelantikan Amirul Mukminin As oleh Rasul Saw semua rencana mereka telah hancur dan mereka menjadi putus asa seperti firman Allah Swt.
الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ
“hari ini orang-orang kafir telah berputus asa dari agama kalian”
Namun itu tidak serta merta membuat mereka berdiam diri. Mereka mencari cara lain untuk bisa keluar dari situasi ini dan merancang rencan lain. Berikut sejumlah syubhat dan penyimpangan yang dilakukan kaum munafik dalam menanggapi peristiwa Ghadir yang telah menghancurkan rencana lama mereka.
Pertama: Penyimpangan Terkait Calon Pemegang Khilafah
Gagasan pertama yang kaum munafik kemukakan adalah perkara khilafah Ali As. Kaum munafik pertama kali mengangkat masalah ini di kalangan mereka sendiri. Kemudian mereka secara resmi datang menghadap Nabi Saw dan mengangkat masalah tersebut.
Kemudian mereka secara eksplisit menyebutkan nama Abu Bakar dan Umar sebagai orang-orang yang mereka kira akan menggantikan Ali.
Ayat 15 Surah Yunus merupakan jawaban yang tegas untuk pernyataan semacam itu yang sekaligus menjelaskan alasannya.
Imam Baqir As menjelaskan secara lebih serius tentang konspirasi ini, yaitu dengan menyebut secara eksplisit nama Abu Bakar dan Umar, beliau membaca ayat berikut:
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيَاتُنَا بَيِّنٰتٍۙ قَالَ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا ائْتِ بِقُرْاٰنٍ غَيْرِ هٰذَآ اَوْ بَدِّلْهُۗ قُلْ مَا يَكُوْنُ لِيْٓ اَنْ اُبَدِّلَهٗ مِنْ تِلْقَاۤئِ نَفْسِيْۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّۚ
“Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami secara jelas, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, “Datangkanlah kitab selain Al-Qur’an ini atau gantilah!” Katakanlah (Wahai Nabi Muhammad), “Tidaklah pantas bagiku menggantinya atas kemauanku sendiri. Aku tidak mengikuti, kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.’”
Imam kemudian menjelaskan: yang dimaksud firma Allah adalah bahwa mereka berkata: “Jika Abu Bakar dan Umar dipilih sebagai pengganti Ali niscaya kami akan mengikutinya.”
Baca lebih lanjut di bagian kedua