Most searched:

Sayyidah Zainab Dihadapan Ibnu Ziyad Yang Terkutuk

Ketika kepala mulia Imam Husain As dibawa ke Kufah bersama para wanita dan anak-anak, Ibnu Ziyad yang terkutuk pergi ke istana keesokan harinya, duduk dan memerintahkan agar seluruh penduduk kota dipanggil. Kemudian orang terlaknat itu meletakkan kepala Imam Husain As di depannya. Ia memandanginya, tersenyum dan memegang tongkat di tangannya, lalu memukul bibir dan mulut Imam. Zaid bin Arqam, salah seorang sahabat Rasulullah dan seorang lelaki tua, duduk di sebelahnya; ketika ia melihat perbuatan keji itu, ia berkata: Singkirkan tongkat ini dari bibir dan mulut ini, demi Tuhan yang tiada Tuhan selainnya, aku tak bisa menghitung betapa banyak Rasul Saw mencium kedua bibir ini.

Setelah itu Ibnu Ziyad Yang Terkutuk , berkata: Semoga Allah Yang Maha Kuasa membuat kedua matamu menangis; apakah engkau menangisi kemenangan ilahi? Seandainya engkau bukan orang tua, bodoh dan kehilangan akal sehatmu, aku pasti sudah memenggal kepalamu. Zaid bin Arqam bangkit dari sana dan bergegas ke rumahnya. Kemudian keluarga Imam Husain As dibawa masuk dan Zainab, adik perempuan Imam, masuk ke dalam diantara orang-orang seolah-olah mereka tidak mengenalinya. Ia duduk dengan pakaian usang di suatu bagian istana dan para pelayannya duduk di sekelilingnya. Ibnu Ziyad bertanya siapakah yang duduk di tengah-tengah para wanita ini? Zainab tidak menjawab. Ia mengulangi pernyataan ini untuk kedua kalinya dan ketiga kalinya. Beberapa pelayan berkata bahwa ini adalah Zainab, putri Fatimah, putri Rasulullah. Ibnu Ziyad berpaling dan berkata, “Segala puji bagi Allah, yang telah mempermalukanmu, membunuh kalian dan menyingkapk segala kebohongan kalian.” Zainab berkata, “Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakan kita dengan Nabi Muhammad, semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan dan telah membersihkan kita dari segala hal yang keji; orang kejam akan terbongkar kekejamannya dan orang jahat adalah pendusta dan mereka berbeda dari kita.”

Ibnu Ziyad berkata: Bagaimana Allah Yang Maha Kuasa memperlakukan keluargamu? Zainab berkata: Allah Yang Maha Kuasa telah menetapkan kematian bagi mereka, lalu mereka menyiapkan diri mereka dan Allah Swt akan mengumpulkan kita dan mereka kembali dan akan menuntut pertanggungjawaban darimu dan mereka akan menjadi musuhmu. Kemudian kemarahan Ibnu Ziyad bertambah. Amr bin Huraits berkata: Wahai pemimpin, ini adalah seorang wanita dan wanita tidak boleh ditegur, jika mereka mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan, mereka tidak boleh ditegur atas kesalahan mereka.

Kemudian Ibnu Ziyad berkata kepada orang terkutuk itu: Semoga Allah Yang Maha Kuasa mengurangi kezaliman dan ketidaktaatan keluargamu. Lalu Zainab merasa menangis, lalu berkata: Engkau telah membunuh ayahku, menghancurkan keluargaku, memutus hubungan keluargaku dan mencerai beraikan kami dan engkau belum juga terhibur. Orang terkutuk itu berkata: Wanita ini adalah seorang yang banyak bicara, demi Allah, ayahnya ahli bicara dan seorang penyair. Zainab berkata: Apa urusanku dengan syair? Aku bicara tentang api di dadaku.

(Kasyf al-Ghummah, Jilid 2, Hal. 63)

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *