Makam Suci Alawi mengadakan konferensi tahunan kedua para penyair dan pujangga Husseini di Najaf Ashraf.
Makam Suci Alawi, dalam rangka persiapan awal menyambut bulan suci Muharram, mengadakan konferensi khusus tahunan kedua para penyair dan pujangga Husseini di provinsi Najaf Ashraf.
Acara tersebut diadakan di Makam Suci Alawi, yang dihadiri oleh para pimpinan Makam Suci Alawi, dan sejumlah besar penyair, pengarang pujian, dan penceramah mimbar Husseini.
Pesan Abadi Ashura
Sayyid Isa Al-Khursan, Pimpinan Makam Suci Alawi, menekankan dalam pidatonya pada konferensi tersebut bahwa melayani mimbar Husseini adalah tanggung jawab besar dan sekaligus berkah yang berharga.
Ia mencatat bahwa pena para penyair dan suara para penceramah telah memainkan peran penting dalam menyampaikan pesan abadi Ashura kepada berbagai segmen masyarakat dan melestarikan nyala api gerakan Husseini dari satu generasi ke generasi berikutnya selama beberapa dekade terakhir.
Ia menambahkan: “Mimbar Husseini selalu menjadi tempat untuk reformasi, kesadaran, dan promosi nilai-nilai kemanusiaan dan iman; nilai-nilai yang diwujudkan oleh Imam Hussein (as) dan yang diserukan kepada umat.”
Peran Mimbar Husseini
Mustafa Jabbar, juru bicara Departemen Keamanan Makam Suci Alawi, menyatakan bahwa konferensi ini diadakan untuk mengakui peran penting para penyair dan penceramah dalam melayani tujuan Husseini dan tujuannya adalah untuk meningkatkan, mengkoordinasikan, dan memperkuat kerja sama bersama dalam melayani mimbar Husseini.
Ia menambahkan bahwa penyair Husseini dan pecinta Ahlul Bayt (as) adalah dua pilar penting dalam menyampaikan pesan gerakan Husseini dan melembagakan konsep-konsep penjagaan, kesadaran, dan reformasi dalam masyarakat, dan mereka memenuhi misi ini melalui pidato yang berkomitmen, puisi yang efektif, dan nasihat yang mencerahkan.
Sambutan yang luas
Konferensi tersebut disambut secara luas oleh para penulis, penyair, pujangga dan penceramah di provinsi Najaf Ashraf. Para peserta menekankan perlunya dukungan berkelanjutan untuk mimbar Husseini dan perluasan misi budaya dan medianya, sejalan dengan tujuan luhur gerakan Ashura, sehingga kehadiran dan dampak pesan abadi ini dalam masyarakat akan semakin diperkuat.
