Most searched:

Pemberitaan Amirul Mukminin As Terkait Rincian Peristiwa Asyura

Dengan meneliti riwayat-riwayat sejarah, lokasi peristiwa Asyura di tanah Karbala dan detailnya bisa ditemukan dalam ucapan Amirul Mukminin Ali As.

 

Tanah Karbala

Diriwayatkan dalam Kitab al-Irsyad, menukil dari Juwayriyah bin Mushar al-Abdi:

“Ketika kami pergi bersama Amirul Mukminin As menuju Shiffin, kami sampai di daerah Karbala. Amirul Mukminin As berdiri di sebelah pasukan, lalu melihat ke kiri dan ke kanan, menangis dan kemudian berkata: “Demi Allah, inilah tempat pasukan berkuda dan tempat mereka dibunuh.” Ada yang bertanya: “Wahai Amirul Mukminin! Di manakah tempat ini?”

Beliau menjawab: “Ini adalah Karbala. Sekelompok orang akan dibunuh disini dan akan masuk Surga tanpa hisab,” lalu beliau melanjutkan perjalanan.”

 

Tepi Sungai Eufrat

Dalam kitab Musnad Ibnu Hanbal, diriwayatkan dari Abdullah bin Nujay:

“Orang yang bertugas mengurus keperluan bersih-bersih Amirul Mukminin Ali As berangkat bersamanya ketika beliau hendak pergi ke Shiffin. Ketika beliau melewati Nainawa, Amirul Mukminin Ali As berseru: “Bersabarlah, Abu Abdullah! Bersabarlah, Abu Abdillah! Di tepi Sungai Eufrat!”

Aku bertanya: Apa maksudnya?

Dia menjawab: “Suatu hari aku menemui Nabi Saw dan matanya berlinang air mata.” Aku bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah ada yang membuatmu sedih? Mengapa air mata mengalir dari matamu?”

Nabi Saw bersabda: “Jibril baru saja pergi.” Dia memberitahuku bahwa Husain akan dibunuh di tepi Sungai Eufrat.”

Nabi Muhammad Saw bersabda: “Jibril berkata: Apakah kamu ingin mencium tanah di sana? Aku menjawab: Ya. Lalu Jibril mengulurkan tangannya dan memberiku segenggam tanah dari sana dan aku tak dapat lagi menahan air mataku.”

 

Lokasi tenda-tenda

Dalam kitab Kamil al-Ziyarat, terdapat sebuah riwayat di mana Amirul Mukminin Ali As menjelaskan lokasi peristiwa Asyura:

“Amirul Mukminin Ali As melewati Karbala bersama sekelompok sahabatnya. Ketika beliau sampai di tempat itu, air mata memenuhi mata beliau dan kemudian berkata: “Ini adalah tempat peristirahatan unta mereka dan ini adalah tempat perlengkapan perjalanan mereka dan di sinilah darah mereka akan ditumpahkan. Diberkahilah engkau wahai tanah, darah para pecinta akan ditumpahkan di atasmu.”

 

Tempat Pembantaian

Dalam kitab Al-Bidayah wa al-Nihayah, diriwayatkan dari Muhammad bin Sa’d dan lainnya: “Dalam perjalanannya ke Shiffin, Amirul Mukminin Ali As melewati Karbala dan pohon Hanzal. Beliau bertanya tentang nama tempat itu.

Mereka menjawab: Karbala. Beliau berkata: “Kesedihan dan malapetaka!” lalu beliau turun dan shalat di dekat sebuah pohon di sana.

Kemudian beliau berkata: “Para syuhada yang dibunuh di sini adalah syuhada terbaik selain para sahabat. Mereka akan masuk Surga tanpa hisab,” lalu beliau menunjuk ke suatu tempat di sana. Mereka menandai tempat itu dan Husain As dibunuh di sana.”

 

Tempat di mana darah para syuhada tertumpah

Diriwayatkan dalam kitab Tahdzib al-Ahkam karya Syaikh Thusi:

“Amirul Mukminin As berjalan bersama orang-orang hingga mendekati Karbala. Amirul Mukminin As berjalan di depan orang-orang hingga mencapai tempat di mana para syuhada gugur dan berkata: “Di sini dua ratus nabi dan dua ratus penerus nabi telah wafat dan dua ratus cucu nabi dan pengikut mereka telah gugur sebagai syuhada.” Kemudian beliau menunggangi kudanya, dengan kakinya di luar pelana dan mengelilinginya sambil berkata: “Di sinilah tempat peristirahatan kuda-kuda dan tempat para syuhada gugur. Orang-orang terdahulu tidak akan menyusul mereka dan orang-orang yang akan datang tidak akan meraih mereka.”

 

Sumber: Muhammad Rey Syahri, Daneshname-ye imam husain bar paye-ye Qur’an, Jilid 3.

 

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *