Most searched:

Konferensi Muballigh Hauzah Ilmiah Ke-15 Diadakan Di Makam Suci Alawi

Konferensi tahunan ke-15 para muballigh agama dalam kerangka rencana tabligh khusus Hauzah Ilmiah untuk hari-hari Arbain, yang diselenggarakan oleh Makam Suci Alawi, dimulai dengan slogan “Misi kami adalah hidayah dan metode kami adalah bahwasannya hidayah Allah adalah satu-satunya hidayah yang benar.”

Konferensi ini diadakan dengan dihadiri Ketua Kompleks Makam Suci Alai, Sayyid Isa al-Khursan, perwakilan dari kantor-kantor para Marja’ Taqlid, sekelompok ulama dan Ustadz Hauzah Ilmiah dan sejumlah besar muballigh agama, di Aula Muhsin yang terletak di halaman Fatimah az-Zahra As.

Kepala departemen urusan keagamaan Makam Suci Alawi, Syaikh Karrar al-Khafaji, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan pusat berita Makam Suci: “Konferensi ini diadakan sebagai persiapan untuk pelaksanaan program tabligh khusus untuk momen Arbain Imam Husain dan berdasarkan program ini, pos-pos tabligh dan tanya-jawab akan didirikan sepanjang rute menuju Karbala yang suci selama sepuluh hari.”

Ia menambahkan: “Hampir empat ribu muballigh pria dan wanita hadir dalam konferensi yang akan diadakan selama tiga hari ini dan tujuan penyelenggaraannya adalah untuk memperluas kesadaran dan budaya keagamaan, serta untuk memperkuat nilai-nilai pengabdian dan iman selama hari-hari Arbain.”

Dalam pidatonya, Sayyid Ahmad as-Safi, seorang ustadz Hauzah Ilmiah, mengatakan: “Tabligh  agama memiliki pilar dan karakteristik khusus dan dianggap sebagai salah satu tanggung jawab terbesar, karena para nabi diutus untuk menyampaikan pesan-pesan Allah dengan rasa takut dan kagum kepada Allah.

Ayat-ayat Al-Quran juga telah menjelaskan beberapa posisi para muballigh; muballigh menyampaikan pesan Allah dan menghubungkan apa yang dikatakannya kepada Allah Yang Maha Kuasa dan ini adalah posisi yang tidak dapat diklaim oleh siapa pun sebelum dirinya sendiri.”

Ia menambahkan: “Ketika Imam as-Sajjad As tiba di Suriah setelah peristiwa Asyura, beliau membuat pernyataan yang tidak dapat disangkal siapapun atau tidak ada seroangpun yang bisa mengklaim bahwa beliau menghubungkan sesuatu kepada dirinya sendiri secara bohong. Oleh karena itu, seorang muballigh harus mengenal dengan baik komunitas yang ingin ia jelaskan hukum-hukum ilahi kepada masyarakatnya, karena kita tidak terpisah dari masyarakat.”

Konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini, bertujuan untuk memperkuat ikatan kerja sama dan sinergi dengan Hauzah Ilmiah, serta memperkuat peran muballigh dan pelayanan Hauzah Ilmiah dalam melayani para peziarah dan menghidupkan kembali nilai-nilai Husain.

Makam Suci Alawi juga menggunakan seluruh kapasitas pelayanan dan dukungannya untuk mendukung program-program muballigh, Al-Quran dan keagamaan selama hari-hari Arbain Imam Husain dan selain itu, Makam Suci juga sedang melaksanakan rencana komprehensif untuk menyediakan layanan kepada para peziarah ke makam suci Amirul Mukminin As.

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *