Pada masa khilafah Amirul Mukminin As di hari Jumat yang bertepatan pada hari Idul Ghadir, Amirul Mukminin As naik ke mimbar menyampaikan khutbah dan menyampaikan pesan penting berkenaan dengan hari Idul Ghadir.
Pada akhir khutbah, Amirul Mukminin As menyampaikan pesan kepada umat Islam:
“Semoga Allah memberkati kalian, usai pertemuan ini, kembalilah ke rumah kalian dan luangkan waktu bersama keluarga kalian, berbuat baiklah kepada saudara-saudara dan teman-teman kalian dan bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan kepada kalian.
Bersatulah supaya Allah mengatur urusan kalian dan berbuat baiklah kepada sesama supaya Allah mempersatukan hati kalian. Berikanlah nikmat Allah kepada sesama, sebagaimana Allah telah melimpahkan karunianya kepada kalian pada hari ini dan Allah telah melipatgandakan pahala setiap amal perbuatan kalian pada hari ini lebih besar daripada hari raya lainnya.
Berbuat baik pada hari ini menambah kekayaan dan memperpanjang umur dan berbuat baik kepada sesama pada hari ini menarik rahmat dan kasih sayang Allah.
Sebisa mungkin, rawat dan jamulah saudara-saudara dan keluarga kalian dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada kalian.
Berbuat baiklah kepada sesama dan ungkapkanlah kegembiraan kalian ketika bertemu satu sama lain dan bersyukurlah atas apa yang telah Allah berikan kepada kalian.
Berilah lebih banyak kepada mereka yang mengharapkan kebaikan kalian. dan berilah makan orang-orang yang membutuhkan, sebanyak yang kamu mampu dan sanggup.
Mengeluarkan satu dirham pada hari ini memiliki pahala seratus ribu dirham di hari-hari lain, atau bahkan lebih. Berpuasa pada hari ini adalah salah satu hal yang Allah Swt sendiri memerintahkan dan ia sendiri yang akan memberikan pahalanya dengan nilai yang sekiranya seorang hamba berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari di masa mudanya, dari awal dunia hingga akhir zaman, ia tidak akan mencapai pahala puasa pada hari ini.
Pada hari ini, siapa pun yang bergegas membantu saudaranya sebelum ia meminta dan berbuat baik kepadanya karena keinginan sendiri, akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa pada hari ini dan shalat di malam hari pada masa mudanya. Dan siapa pun yang memberi buka puasa kepada seorang mukmin yang berpuasa pada Ghadir, maka ia seperti telah memberi buka puasa kepada Fiam, Fiam, Fiam, dan … (Amirul Mukminin As mengulangi Fiam sepuluh kali dengan tangannya)
Seseorang berdiri dan berkata: Wahai Amirul Mukminin As apa Fiam?
Amirul Mukminin As bersabda: Seratus ribu nabi, siddiqin dan para syuhada. (Artinya, buka puasa untuk satu orang mukmin setara dengan buka puasa untuk satu juta nabi). Jika demikian, maka bayangkan pahala orang yang memberi buka puasa sejumlah orang mukmin, laki-laki dan perempuan? Aku menjamin keselamatannya dari kekafiran dan kemiskinan.
Dan jika ia meninggal pada malam Idul Ghadir, atau pada hari Idul Ghadir, atau setelah Idul Ghadir hingga tahun berikutnya pada hari yang sama, asalkan ia tidak melakukan dosa besar, maka pahalanya ada di sisi Allah.
Dan barang siapa meminjam uang untuk saudara-saudaranya dan membantu mereka, aku akan menjadi penjamin di sisi Allah bahwa jika ia hidup, ia akan melunasi hutangnya dan jika ia meninggal, Allah sendiri akan melunasi hutangnya.
Ketika kalian bertemu, berjabat tanganlah dan saling memberi salam serta saling mengucapkan selamat atas nikmat hari ini dan orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan kepada orang-orang yang tidak hadir dan menjadi saksi bagi orang-orang yang akan datang dan orang kaya hendaknya mengunjungi orang miskin dan orang kuat hendaknya mengunjungi orang lemah; demikianlah Rasulullah Saw memerintahkan saya.
Kemudian Amirul Mukminin As melaksanakan salat Jumat dan menjadikannya salat Id, lalu pergi bersama anak-anaknya dan kaum Syiah ke rumah Imam Hasan As dan disana orang kaya maupun miskin mengambil makanan yang dibagikan lalu membawanya untuk keluarga mereka.
Sumber: Bihar al-Anwar, jilid 94, hlm. 112