Imam as-Sajjad As berkata: Orang pertama yang memberikan nyawanya demi Allah dan mengorbankan nyawanya adalah Amirul Mukminin Ali As. Ketika kaum musyrik hendak membunuh Nabi Saw, mereka tidak menemukannya di tempat tidurnya dan Amirul Mukminin Ali As bangkit dari tempat tidur Nabi. (al-Manaqib, Jilid 2, Hal. 64)
* * * * * * * * * * *
Jabir bin Yazid al-Ju’fi berkata: Imam Baqir As berkata: Ayahku, Imam as-Sajjad As, menziarahi makam Imam Ali As yang terletak di dekat Kufah. Beliau berdiri di sana dan menangis serta berkata: Salam sejahtera atasmu, wahai Amin Allah di negeri-Nya dan hujjahnya atas hamba-hamba-Nya; Salam sejahtera atasmu, wahai pemimpin orang-orang beriman; Aku bersaksi bahwa engkau berperang untuk Allah dengan hak perang-Nya… (Ziyarah Aminullah). (Kamil az-Ziyarat, Hal. 92)
* * * * * * * * * * *
Imam Muhammad al-Baqir As berkata: Ayahku, Imam Sajjad As, berkata kepadaku: Wahai anakku, bawakanlah lembaran yang berisi tentang ibadah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As. Aku lalu membawanya dan memberikannya kepadanya. Lalu beliau membaca sedikit, kemudian berhenti lalu berkata dengan penuh kesedihan: Siapakah yang memiliki kekuatan untuk beribadah seperti Ali bin Abi Thalib As? (Kasyful Ghummah, Jilid 2,Hal. 85)
* * * * * * * * * * *
Imam Sajjad As berkata: Ayat “Dan berikanlah zakat” (Al-Baqarah: 177) adalah wajib bagi seseorang terhadap saudara-saudaranya yang beriman; oleh karena itu, jika ia tidak memiliki kemampuan memberikan zakat, maka ia harus memberikan zakat dari tubuh dan pikirannya, dan itu bisa dilakukan dengan menyebarkan keutamaan Amirul Mukminin Ali As dan keluarganya yang suci, jika ia mampu. (Bihar al-Anwar, Jilid 24, Hal. 381)