Most searched:

Jujur

Ayat Bersama Orang-orang yang Jujur

Siapakah orang-orang yang jujur?

Ayat 119 Surah At-Tawbah, yang juga disebutkan dalam bagian ziarah Ghadiriyah, menekankan pentingnya ketakwaan dan persahabatan dengan orang-orang yang jujur. Beberapa penafsir Syiah mengaitkan ayat ini dengan Amirul Mu’minin (as) dan para sahabat sejati Nabi (saw).

Dalam ayat 119 Surah At-Tawbah, Allah dengan jelas menunjukkan pentingnya mengikuti orang-orang yang jujur ​​dan setia; orang-orang yang menjadi teladan dalam kejujuran dan keimanan. Amirul Mu’minin (as) dikenal sebagai simbol kejujuran, keimanan, dan taat kepada perintah Ilahi. Ayat ini menganjurkan untuk mengikuti teladan seperti itu untuk bimbingan dan keselamatan umat Islam.

 

Ayat 119 Surah At-Tawbah

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوۡنُوۡا مَعَ الصّٰدِقِيۡنَ‏

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bergabunglah kamu bersama dengan orang-orang yang benar.”

 

Dalam sebuah bagian dari ziarah Ghadiriyah, disebutkan:

“Orang-orang bodoh, orang-orang sesat, orang-orang pengecut, mereka tidak percaya pada apa yang diturunkan kepadamu, wahai Muhammad, dan mereka mendukung orang-orang yang menentangmu, padahal Allah SWT telah memerintahkan umat manusia untuk mengikutimu dan menyeru orang-orang beriman untuk mendukungmu, dan Allah Yang Mahakuasa berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bergabunglah kamu bersama dengan orang-orang yang benar.” ​​(yaitu para Nabi, keluarga Nabi (saw) dan sahabat-sahabat Allah).'” (At-Tawbah/119)

 

Ayat 119 Surah At-Tawbah dianggap sebagai salah satu ayat Alawi dalam Al-Quran dan secara jelas menyeru orang-orang beriman untuk bertakwa dan berpihak kepada orang-orang yang jujur dan benar. Mengingat kepribadian Amirul Mu’minin (as) sebagai salah satu contoh paling menonjol dari kejujuran, ketakwaan, dan keadilan di antara para sahabat Nabi Muhammad SAW.

 

Imam Hassan Askari (as) meriwayatkan bahwa ayahnya, Imam Hadi (as) merujuk pada ayat 119 Surah At-Tawbah, bersabda:

“Padahal Allah Yang Maha Kuasa telah memerintahkan kalian untuk mengikuti-Nya dan menyeru orang-orang beriman untuk menolong kalian dan berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, takutlah kepada Allah dan berpihaklah kepada orang-orang yang jujur; Tuhan yang Maha Benar telah menjelaskan kepada umat manusia dalam ayat-Nya, dan manusia telah meninggalkannya.”

Husain Saeed meriwayatkan dengan sanad dari Abu Saeed tentang pentingnya turunnya ayat ini:

“Ketika ayat: Takutlah kepada Allah dan berpihaklah kepada orang-orang yang jujur ​​diturunkan, Rasulullah saw berpaling kepada para sahabatnya dan berkata: Apakah kalian tahu tentang untuk siapa ayat ini diturunkan?

Mereka menjawab: Tidak! Kami tidak tahu, wahai Rasulullah saw.” Abu Dujanah berkata: Wahai Rasulullah (saw), kami semua adalah orang-orang yang benar, kami telah beriman kepada Anda dan membela Anda.

Beliau menjawab: Wahai Abu Dujanah! Itu tidak benar; Ayat ini diturunkan secara khusus untuk sepupu saya Ali ibn Abi Talib (as), dan dia adalah salah satu orang yang jujur dan benar.”(2)

 

Imam Baqir dan Imam Sadiq (as) telah menyebutkan makna orang-orang yang jujur ​​dalam ayat ini sebagai berikut:

“Mereka adalah Amirul Mukminin (as), Fatimah (as), Hasan dan Husain (as) dan keturunan mereka yang suci hingga Hari Kiamat.”(3)

 

Sumber

  1. Tafsir Ahl al-Bayt (semoga kedamaian menyertainya) Vol. 6, hlm. 380 Bihar al-Anwar, Vol. 97, hlm. 366
  2. Tafsir Ahl al-Bayt (semoga kedamaian menyertainya) Vol. 6, hlm. 376 Bihar al-Anwar, Vol. 35, hlm. 411/ Firat al-Kufi, hlm. 174
  3. Tafsir Ahl al-Bayt (semoga kedamaian menyertai mereka) Vol. 6, hlm. 376 Al-Burhan

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *