Tanggal 18 Dzulhijjah tahun ke-10 Hijriah merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Pada hari itu, Nabi Muhammad (saw) mengangkat Ali bin Abi Thalib (as) di hadapan seluruh Umat Muslim, dan sejak saat itu hari tersebut dikenal dengan hari Ghadir dan dijadikan sebagai hari raya.
Hari itu adalah saat Rasulullah (saw), atas perintah Allah, menyampaikan secara terbuka pengumuman paling jelas tentang kepemimpinan Amirul Mukminin Ali (as). Sejak saat itu, dan sepanjang sejarah, peristiwa tersebut menjadi momen sentral yang tidak terlupakan.
Dalam riwayat Salim ibn Abd al-Rahman dari Ja’far al-Sadiq (as), setelah penjelasan tentang kemuliaan hari Ghadir—yang disebut lebih utama daripada hari Jumat, Idul Adha, dan Idul Fitri—disebutkan bahwa Rasulullah (saw) memerintahkan Amirul Mukminin (as) untuk menjadikan hari tersebut sebagai hari raya.
Dalam riwayat lain dari Ja’far al-Sadiq (as), dari para leluhurnya (as), dari Nabi (saw), disebutkan:
“Sesungguhnya hari Ghadir Khum adalah hari raya terbesar bagi umatku.
Perintah Nabi (saw) pada peristiwa Ghadir untuk saling memberi ucapan selamat serta pelaksanaannya oleh kaum Muslimin yang hadir di Ghadir Khum juga merupakan salah satu bukti bahwa hari tersebut adalah hari raya.
Dalam riwayat Abu Said al-Khudri mengenai peristiwa Ghadir, Rasulullah (saw) setelah memperkenalkan Ali bin Abi Thalib (as) sebagai penerusnya, bersabda:
“Ucapkanlah selamat kepadaku, ucapkanlah selamat kepadaku, karena Allah telah mengkhususkan aku dengan kenabian dan mengkhususkan keluargaku dengan imamah.”
Dalam riwayat Muhammad ibn Muhammad al-Mufid (w. 413 H) juga disebutkan:
“Kemudian Nabi (saw) duduk di dalam kemah, dan memerintahkan Ali (as) untuk duduk di kemahnya yang berada di hadapan kemah beliau. Lalu beliau memerintahkan kaum Muslimin untuk datang secara berkelompok menemui Ali (as), menyampaikan ucapan selamat atas kedudukan tersebut (sebagai penerus), serta memberi salam kepadanya dengan gelar Amirul Mukminin. Maka orang-orang pun melaksanakannya…
Di antara orang yang memberikan ucapan selamat secara panjang adalah Umar ibn al-Khattab, yang menyatakan kegembiraannya dan berkata: ‘Wahai Ali, selamat bagimu, engkau telah menjadi pemimpinku dan pemimpin seluruh laki-laki dan perempuan mukmin.’”
Ucapan selamat dari Umar bin al-Khattab kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (as) juga diriwayatkan dalam banyak sumber.