Most searched:

Hadis Ghadir

Hadis Ghadir Masyhur dan Terkenal menurut Ahlusunah

Banyak ulama Ahlusunah wal Jamaah menegaskan keabsahan “Hadis Ghadir”.

Sejumlah besar ulama Ahlusunah wal Jamaah telah menegaskan kesahihan “Hadis Ghadir”. Berikut ini disebutkan sebagian yang paling masyhur dan paling dikenal di kalangan Ahlusunah.

“Ibn Hajar al-‘Asqalani” mengenai hadis ini berkata:
“Hadis:

«من کنت مولاه فهذا علی مولاه»

telah diriwayatkan oleh al-Tirmidzi dan al-Nasa’i melalui berbagai jalur yang berbeda, dan Ibn ‘Uqdah telah mengumpulkannya dalam sebuah kitab, dan banyak dari sanadnya adalah sahih dan kuat.”[1]

“Al-Dzahabi” dalam tashih al-hadits berkata:
“Al-Mathlab bin Ziyad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil bahwa ia berkata:
‘Aku bersama ‘Ali bin Husain, Muhammad bin Hanafiyyah, dan Abu Ja‘far berada di rumah Jabir, ketika seorang laki-laki dari Irak masuk dan berkata: Aku bersumpah kepadamu demi Allah, kabarkanlah kepadaku tentang apa yang engkau lihat dan dengar dari Rasulullah (saw).’

Kemudian ia berkata:
‘Kami berada di Juhfah, di Ghadir Khum, dan banyak orang dari Juhainah, Muzainah, dan Ghifar hadir. Maka Rasulullah (saw) keluar dari kemah menuju kami dan mengisyaratkan dengan tangannya sebanyak tiga kali, lalu beliau memegang tangan Amirul Mukminin (as) dan bersabda:

«من كنت مولاه فعلي مولاه»

“Barang siapa yang aku adalah maula (pemimpin dan penolong)-nya, maka Ali adalah maula (pemimpin dan penolong)-nya.”’”[2]

Catatan Kaki:

  1. Fath al-Bari, Ibn Hajar, jilid 7, halaman 61.
  2. Siyar A‘lam al-Nubala’, al-Dzahabi, jilid 8, halaman 334.

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *