Most searched:

Ahlulbait Dalam Ucapan Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad As

Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad As berkata: Suatu hari, Rasul Saw memegang tangan Imam Hasan dan Imam Husain As dan berkata: Barang siapa mencintai aku, kedua orang ini dan kedua orang tua mereka, maka ia akan berada bersamaku di Hari Kiamat. (Kasyful Ghummah, Jilid 1, Hal. 136)

 

* * * * * * * * * *

 

Imam al-Baqir As berkata: Amirul Mukminin Ali As menyampaikan wasiat kepada Imam Hasan As dan Imam Husain As dan seluruh anak-anaknya, orang-orang tua dan orang-orang muda, serta keluarganya; kemudian beliau memberikan kitab (kitab suci al-Qur’an) dan senjatanya kepada putranya Hasan dan berkata: Wahai anakku, Rasulullah memerintahkan aku untuk membuat wasiat kepadamu dan mempercayakan kitab dan senjataku kepadamu, sebagaimana Rasulullah memerintahkan dan mempercayakan kitab dan senjatanya kepadaku dan memerintahkanku untuk memberitahumu: Ketika kematian datang kepadamu, percayakanlah kepada saudaramu Husain. Kemudian beliau berpaling kepada putranya Husain dan berkata: Rasulullah memerintahkanmu untuk mempercayakannya kepada putramu. Kemudian beliau memegang tangan cucunya, Ali bin Husain dan berkata kepadanya: Wahai anakku, Rasulullah memerintahkanmu untuk mempercayakannya kepada putramu, Muhammad bin Ali. Sampaikan salam dari Rasulullah dan aku kepadanya.

(Ushul al-Kafi, Jilid 1, Hal. 297)

 

* * * * * * * * * *

 

Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad As berkata: Barang siapa mencintai kami bukan karena mencari kehidupan dunia melalui kami dan memusuhi musuh-musuh kami bukan pula karena kebencian yang ada di antara mereka, maka ia akan menghadap Allah pada Hari Kiamat bersama Rasul Saw, Nabi Ibrahim dan Amirul Mukminin Ali As. (al-Mahasin, Jilid 1, Hal. 165)

 

* * * * * * * * * *

 

Abu Hazim berkata: Seorang pria bertanya kepada Imam Sajjad As: Apakah Anda tahu salat?! Abu Hazim berkata: Saya marah lalu menyerangnya; Imam Sajjad As berkata: Wahai Abu Hazim, tenanglah, orang yang alim itu toleran dan penyayang. Kemudian beliau berpaling kepada penanya dan berkata: Ya, saya tahu, lalu ia bertanya tentang amalan, larangan, kewajiban dan tambahan sunnahnya hingga sampai pada titik ini: Apa permulaan salat? Beliau menjawab: Takbir. Ia bertanya: Apa buktinya? Beliau menjawab: Qiraat. Ia bertanya: Apa itu khusyuk? Beliau menjawab: Melihat tempat sujud. Ia bertanya: Apa larangannya? Beliau menjawab: Takbir. Ia bertanya: Apa penutupnya? Beliau menjawab: Salam. Ia bertanya: Apa inti salat? Beliau menjawab: Tasbih. Ia bertanya: Apa simbolnya? Beliau menjawab: Berdoa. Ia bertanya: Apa kelengkapan dan kesempurnaannya? Beliau menjawab: Shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ia bertanya: Apa sebab diterimanya salat? Imam itu berkata: berwilayah kepada kami dan berlepas diri dari musuh-musuh kami. (al-Manaqib, Jilid 4, Hal. 130)

 

 

* * * * * * * * * *

 

Imam Zainal Abidin as-Sajjad As berkata: Demi Zat yang mengutus Muhammad Saw sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, orang-orang saleh di antara kita adalah Ahlulbait dan perumpamaan pengikut Ahlulbait adalah seperti Musa dan para pengikutnya, dan perumpamaan musuh-musuh kita dan pengikut mereka adalah seperti Firaun dan pengikutnya. (Majma al-Bayan, Jilid 7, Hal. 239)

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *