Yazid bin Muawiyah, berkata kepada Imam Ali bin Husain As: “Aku heran! Dari semua nama ini, hanya ayahmu yang memberi nama anak-anaknya Ali?” Imam Sajjad As menjawab: “Karena ayahku, Husain As, sangat menyayangi ayahnya, Ali As, sehingga ia memberi nama anaknya dengan nama itu berulang kali.”
(Bihar al-Anwar, Jilid 45, Hal. 175)
* * * * * * * * * * * *
Dalam surat Binu Abbas kepada Yazid: Waspadalah! Di antara keajaiban yang paling menakjubkan adalah bahwa engkau telah menyeret putri-putri Abdul Mutthalib dan anak-anak kecil dari putra-putranya ke Syam seperti tawanan yang dibawa dari kota ke kota. Dan engkau mengira bahwa engkau telah mengalahkan kami dan menang atas kami. Demi hidupku, jika engkau selamat dari tanganku hari ini dan besok, aku berharap ucapanku, tindakanku dan kegigihanku akan menimbulkan luka yang lebih dalam. (Tarikh Ya’qubi. Jilid 2, Hal. 250)
* * * * * * * * * * * *
Ubaydillah bin Ziyad mengirim kepala Imam Husain As dan para sahabatnya melalui Zuhr bin Qais dan kelompok lain ke Syam untuk Yazid bin Muawiyah.
Menurut sebuah riwayat, ia mengutus mereka bersama dengan Syimr bin Dzul Jawsyan dan yang lainnya. Ia juga mengutus wanita dan anak-anak bersama mereka; di antara mereka adalah Ali bin Husain As, Ibnu Ziyad pun telah memborgol tangan dan leher mereka.
Mereka menaiki kendaraan kosong tanpa pelana dan mengutus mereka pergi. Ali bin Husain tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada mereka sepanjang perjalanan hingga sampai di Suriah.
Ketika Zuhr bin Qais menemui Yazid, Yazid berkata: “Kabar apa yang kau bawa?”
Dia menjawab: “Wahai Amirul Mukminin, semoga engkau bergembira mendengar kabar kemenangan yang telah Allah berikan kepadamu. Husain bin Ali datang kepada kami bersama delapan belas anggota keluarganya dan enam puluh pengikutnya. Kami menawarkan kepada mereka pilihan untuk tunduk kepada perintah Ubaydillah atau bersiap untuk berperang; tetapi mereka memilih perang. Maka kami menyerang mereka saat matahari terbit dan mengepung mereka dari segala sisi. Begitu pedang diayunkan, mereka berlari ke sana kemari seperti merpati yang melarikan diri dari tangan yang terbuka, berlindung di bukit-bukit dan parit-parit. Demi Allah, tidak butuh waktu lebih lama bagi kami untuk membunuh mereka semua seperti tidur siang singkat!” (al-Kamil fi at-Tarikh, Jilid 4, Hal. 83)
* * * * * * * * * *
Ubaydillah bin Ziyad memerintahkan para wanita dan anak-anak Imam Husain As untuk bersiap-siap berangkat.
Ia juga memerintahkan agar Imam Ali bin Husain As diutus bersama mereka, dengan kalung di lehernya.
Kemudian mereka diutus bersama Mahfaz bin Tsa’labah al-A’idzi As dan Syimr bin Dzul Jawsyan untuk membawa mereka kepada Yazid bin Mu’awiyah.
Selama perjalanan, Ali bin Husain As tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada mereka sampai mereka tiba di tujuan.
Ketika mereka sampai di gerbang istana Yazid, Mahfaz bin Tza’labah berkata dengan lantang, “Inilah Mahfaz bin Tsa’labah yang telah membawa orang-orang berdosa yang hina ini kepada Amirul Mukminin.”
Tetapi Yazid bin Mu’awiyah menjawab, “Ibumu belum pernah melahirkan siapa pun yang lebih buruk atau lebih hina daripada dirimu.” (Tarikh Thabari, Jilid 4, Hal. 352)