Most searched:

اميرالمؤمنين (علیه‌السلام) «جَنْبِ اللَّه» قرآن است

Amirul Mukminin As adalah "Janb Allah" dalam Al-Qur’an

Mengenal Amirul Mukminin (a.s.) melalui firman Allah; «Ayat-Ayat Alawi» mengulas kedudukan dan kemuliaan Amirul Mukminin (a.s.) dalam Al-Qur’an.

Hari ini dalam rubrik “Ayat-Ayat Alawi”, melalui video yang Anda saksikan, diperkenalkan salah satu karya Qur’ani dari “Pameran Visual Kaligrafi Ayat-Ayat Alawi”. Karya tersebut ditulis oleh salah seorang maestro seni kaligrafi autentik dan mengangkat kedudukan luhur Amirul Mukminin Ali As.

Ayat yang dibahas hari ini adalah ayat 56 Surah az-Zumar:

Ayat 56 Surah Az-Zumar

Allah berfirman dalam Surah az-Zumar ayat 56:

أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يا حَسْرَتى عَلى ما فَرَّطْتُ في جَنْبِ اللهِ وَ إِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرينَ

“[Perintah-perintah ini diberikan] agar jangan sampai seseorang pada Hari Kiamat berkata, ‘Alangkah besarnya penyesalanku karena kelalaianku terhadap apa yang menjadi hak Allah, dan sungguh aku dahulu termasuk orang-orang yang memperolok-olok [ayat-ayat-Nya].’”

Diriwayatkan dari Imam Kazim As:

“Allah Azza wa Jalla berfirman: أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطتُ فِي جَنبِ اللهِ.
Janb Allah adalah Amirul Mukminin As dan, setelahnya, para washi beliau dalam kedudukan luhur mereka hingga sampai kepada washi terakhir.”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 266
al-Kafi, jil. 1, hlm. 145; Bihar al-Anwar, jil. 24, hlm. 192; Basha’ir al-Darajat, hlm. 64; Basha’ir al-Darajat, hlm. 62; Ta’wil al-Ayat al-Zahirah, hlm. 509—dengan redaksi al-akhir sebagai pengganti akhirihim; Nur al-Tsaqalain; al-Burhan.

Rasulullah Saw bersabda:

“Wahai Abu Dzar! Orang yang mengingkari hak Ali As dan wilayatnya akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan tuli, bisu, dan buta. Ia akan diseret di atas tanah dalam kegelapan Hari Kiamat sambil berseru:

يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنبِ اللهِ

‘Alangkah besarnya penyesalanku atas kelalaianku terhadap Janb Allah.’

Sebuah kalung dari api akan dikalungkan ke lehernya. Kalung itu mempunyai tiga ratus cabang, dan pada setiap cabang terdapat setan yang meludahi wajahnya. Kemudian ia akan dilemparkan dari dalam kuburnya menuju api.”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 266
Bihar al-Anwar, jil. 7, hlm. 211; Bihar al-Anwar, jil. 40, hlm. 55; Furat al-Kufi, hlm. 372; Shirath al-Mustaqim, jil. 3, hlm. 58, dengan sedikit perbedaan redaksi.

Rasulullah Saw juga bersabda:

“Talqinkanlah kepada orang-orang yang telah meninggal di antara kalian kalimat لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ, karena kalimat La ilaha illa Allah akan menjadi teman bagi seorang mukmin ketika ia dimasukkan ke dalam kuburnya.

Jibril berkata kepadaku, ‘Wahai Muhammad Saw, seandainya engkau melihat mereka ketika keluar dari kubur, engkau akan melihat mereka menyingkirkan tanah dari kepala mereka. Pada saat itu, wajah orang mukmin bercahaya dan ia berkata:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ

‘Tiada Tuhan selain Allah dan segala puji bagi Allah.’

Adapun wajah orang kafir menghitam dan ia berkata:

يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنبِ اللهِ

yakni penyesalan atas kelalaiannya dalam menerima wilayat Amirul Mukminin As.”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 268
Bihar al-Anwar, jil. 7, hlm. 200; Furat al-Kufi, hlm. 369.

Amirul Mukminin Ali As bersabda:

“Kami adalah para penjaga khazanah ilmu Allah dan pelita-pelita ilmu-Nya. Setiap kali salah seorang dari kami pergi, yang lain dari kami menggantikannya. Siapa yang mengikuti kami tidak akan tersesat, siapa yang mengingkari kami tidak akan memperoleh petunjuk, siapa yang membantu musuh-musuh kami tidak akan selamat, dan siapa yang meninggalkan kami tidak akan memperoleh pertolongan.

Janganlah kalian menentang kami karena tergiur dunia dan gemerlap lahiriahnya, sebab semuanya akan sirna dan kalian pun akan meninggalkan dunia. Siapa yang memilih dunia daripada akhirat dan lebih mengutamakannya daripada kami, kelak akan mengalami penyesalan yang sangat besar. Inilah firman Allah:

أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنبِ اللهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ.”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 266
Bihar al-Anwar, jil. 24, hlm. 191; Tuhaf al-‘Uqul, hlm. 120—dengan sejumlah perbedaan redaksi; al-Khisal, jil. 2, hlm. 630; Nur al-Tsaqalain.

Dalam salah satu khutbahnya, Amirul Mukminin As bersabda:

“Akulah pemberi petunjuk bagi manusia. Akulah orang yang telah menemukan jalan [kebenaran]. Akulah ayah bagi anak-anak yatim dan orang-orang miskin, pelindung para janda, tempat berlindung bagi mereka yang tak berdaya, dan benteng kokoh bagi orang-orang yang diliputi rasa takut.

Akulah pemimpin kafilah orang-orang beriman yang bergerak menuju surga. Akulah tali Allah yang kokoh, pegangan terkuat untuk berpegang kepada Allah, kalimat takwa, mata Allah yang senantiasa mengawasi, lisan-Nya yang benar dan hak, serta tangan-Nya.

Akulah makna Janb Allah dalam firman-Nya:

أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنبِ اللهِ

Akulah tangan kasih sayang Allah yang terbentang di atas hamba-hamba-Nya. Akulah Bab Hiththah—yakni pintu tempat Bani Israil diperintahkan memohon ampun dengan berkata, ‘Gugurkanlah dosa-dosaku dan ampunilah aku.’

Siapa yang mengenalku dan mengetahui hakku, sesungguhnya ia telah mengenal Tuhannya, karena aku adalah pengganti Nabi-Nya Saw di bumi dan hujah Allah atas makhluk-Nya. Tidak seorang pun menolak pernyataan ini kecuali orang yang menolak Allah dan Rasul-Nya Saw.”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 266
Bihar al-Anwar, jil. 39, hlm. 339; Bihar al-Anwar, jil. 26, hlm. 258; al-Tauhid, hlm. 164; Ma‘ani al-Akhbar, hlm. 17; Nur al-Tsaqalain.

Amirul Mukminin As, ketika membacakan ayat:

أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطتُ فِي جَنبِ اللهِ

bersabda:

“Akulah Janb Allah, dan akulah yang menjadi sebab penyesalan manusia pada Hari Kiamat [karena mereka tidak menerima wilayatku].”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 268
Bihar al-Anwar, jil. 36, hlm. 150; Ta’wil al-Ayat al-Zahirah, hlm. 509; Nur al-Tsaqalain—kalimat wa ana hasrat al-nas yaum al-qiyamah tidak terdapat dalam sebagian redaksi; al-Burhan.

Amirul Mukminin As juga bersabda:

“Para penghuni surga memandang rumah-rumah Syiah kami sebagaimana kalian melihat bintang yang bercahaya di langit. Siapa yang mengikuti kami tidak akan tersesat, dan siapa yang mengingkari kami tidak akan mendapat petunjuk. Siapa yang membantu musuh kami untuk melawan kami tidak akan selamat, dan siapa yang meninggalkan kami tidak akan memperoleh pertolongan.

Janganlah meninggalkan [ketaatan kepada] kami karena tergiur harta dunia, sebab dunia akan sirna dan kalian pun akan meninggalkan dunia. Siapa yang lebih memilih [mengikuti] dunia daripada mengikuti kami, kelak akan mengalami penyesalan yang sangat besar. Allah berfirman:

يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنبِ اللهِ.”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 270
Bihar al-Anwar, jil. 65, hlm. 61; Furat al-Kufi, hlm. 366—kata ‘aduwwana tidak terdapat dalam sebagian redaksi.

Diriwayatkan dari Imam Shadiq As:

“Allah menjadikan kami sebagai bagian dari Janb-Nya. Inilah firman Allah Azza wa Jalla:

يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنبِ اللهِ

yakni penyesalan atas kelalaian dalam menerima wilayat Amirul Mukminin As.”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 268
Bihar al-Anwar, jil. 24, hlm. 192; Ta’wil al-Ayat al-Zahirah, hlm. 508; al-Burhan.

Imam Shadiq As juga bersabda:

“Amirul Mukminin Ali As adalah Janb Allah.”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 268
Bihar al-Anwar, jil. 24, hlm. 195; Basha’ir al-Darajat, hlm. 62; al-Manaqib, jil. 3, hlm. 273; Nur al-Tsaqalain; al-Burhan.

Imam Ridha As bersabda:

“فِي جَنبِ اللهِ berarti dalam wilayat Amirul Mukminin Ali As [dan penyesalan karena tidak menerimanya].”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 268
Bihar al-Anwar, jil. 24, hlm. 191; al-Manaqib, jil. 3, hlm. 273; Nur al-Tsaqalain; al-Burhan.

Diriwayatkan dari Ali bin Ibrahim:

“Firman Allah:

وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ

‘Ikutilah yang terbaik dari apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian,’

yakni Al-Qur’an, wilayat Amirul Mukminin As, dan para Imam As.

Dalil mengenai hal ini terdapat dalam ayat:

أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنبِ اللهِ

yakni penyesalan karena tidak menerima wilayat Imam. Hal ini berdasarkan sabda Imam Shadiq As:

‘Kami adalah Janb Allah.’”

Tafsir Ahlulbait As, jil. 13, hlm. 268
Bihar al-Anwar, jil. 24, hlm. 194; Nur al-Tsaqalain—sebagian kalimat tidak terdapat dalam beberapa redaksi.

Imam Sajjad As bersabda:

“Janb Allah adalah Amirul Mukminin Ali As, dan pada Hari Kiamat ia merupakan hujah Allah atas seluruh makhluk.

Ketika Hari Kiamat tiba, Allah memerintahkan para penjaga neraka agar menyerahkan kunci-kunci neraka kepada Amirul Mukminin Ali As, sehingga ia memasukkan siapa yang dikehendakinya ke dalamnya dan menyelamatkan siapa yang dikehendakinya.

Keutamaan inilah yang dimaksud dalam sabda Rasulullah Saw:

‘Siapa yang mencintaimu berarti mencintaiku, dan siapa yang membencimu berarti membenciku. Wahai Ali, engkau adalah saudaraku dan aku adalah saudaramu. Wahai Ali, panji al-Hamd pada Hari Kiamat berada bersamamu. Dengan panji itu engkau berjalan di hadapan para pembesar dan orang-orang beriman dari umatku, sementara dari kedua sisimu terdapat orang-orang yang menyeru [kaum mukmin agar bergabung dengan kafilah tersebut].’”

Tafsir Ahlulbait As, jilid 13, hlm. 270
Bihar al-Anwar, jilid 39, hlm. 232 / Furat al-Kufi, hlm. 366

 

 

 

 

 

 

 

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *