Most searched:

Hadis

Pembuktian Imamah Imam Ali as dalam Sunnah dan Hadis

Banyak hadis dari Nabi Muhammad (saw) telah diriwayatkan, yang di dalamnya beliau secara tegas menunjuk kepada imamah Amirul Mukminin (as).

Berbagai hadis dan riwayat dari Rasulullah (saw) telah dinukil dalam sumber-sumber yang Muktabar dan sahih, yang di dalamnya Penutup Para Rasul secara jelas menegaskan imamah Amirul Mukminin Ali (as) setelah wafat beliau; dan berikut ini disebutkan sebagian yang paling penting dan paling menonjol di antaranya.

– Hadis Nur

Nabi (saw) dalam hadis “Nur” bersabda:

“Sesungguhnya aku dan ‘Ali bin Abi Thalib empat belas ribu tahun sebelum penciptaan Nabi Adam (as) adalah sebuah cahaya di hadapan Allah, dan ketika Allah menciptakan Adam (as), Dia membagi cahaya itu menjadi dua bagian: satu bagian adalah aku dan satu bagian adalah ‘Ali (as).”

Beliau juga bersabda:

“Ketika Allah menciptakan Adam, Dia menempatkan cahaya itu dalam sulbinya. Cahaya itu tetap satu hingga terbelah dalam sulbi ‘Abdul Muththalib menjadi dua bagian: kenabian pada diriku dan kekhalifahan pada ‘Ali (as).”

Dalam riwayat lain juga disebutkan:
“Sehingga Dia membaginya menjadi dua bagian, setengahnya ditempatkan dalam sulbi Abdullah dan setengahnya dalam sulbi Abu Thalib, dan dengan demikian Dia menjadikanku sebagai nabi dan Ali sebagai wasi.”[1]

– Hadis kebersamaan dengan Nabi di surga

Ketika ayat mulia berikut diturunkan:

«وَ أَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ»
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”[2]

Nabi (saw) mengumpulkan tiga puluh orang dari Ahlulbait beliau sebanyak tiga kali; mereka makan dan minum, kemudian beliau bersabda kepada mereka:
“Siapakah yang akan menjamin agamaku dan janji-janjiku setelahku, serta menjadi penggantiku dan pendampingku di surga?”

Amirul Mukminin (as) berkata:
“Aku, wahai Rasulullah.”

Maka Nabi bersabda:
“Engkau.”

Al-Tsa‘labī dalam tafsirnya meriwayatkan:
“Pada setiap dari tiga kesempatan itu, semua orang selain Amirul Mukminin (as) tetap diam.”[3]

– Hadis penerus

Diriwayatkan dari Salman bahwa ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah (saw):
“Siapakah penggantimu?”

Beliau bersabda:
“Wahai Salman, siapakah wasi Musa?”

Aku menjawab:
“Yusya‘ bin Nun.”

Kemudian Nabi (saw) bersabda:
“Sesungguhnya penggantiku, pewarisku, dan orang yang menunaikan agamaku serta menepati janjiku adalah Ali bin Abi Thalib (as).”[4]

– Hadis: Setiap nabi memilnabi penerus dan pewaris

Diriwayatkan dari Rasulullah (saw) bahwa beliau bersabda:
“Setiap nabi memiliki penerus dan pewaris, dan sesungguhnya penggantiku dan pewarisku adalah Ali bin Abi Thalib (as).”[5]

– Hadis Manzilah

Diriwayatkan melalui beberapa jalur bahwa ketika Rasulullah (saw) berangkat dari Madinah menuju Tabuk, beliau menempatkan Amirul Mukminin (as) sebagai pengganti di Madinah dan di tengah keluarganya.

Kemudian beliau menghadap kepada Amirul Mukminin (as) dan bersabda:
“Tidakkah engkau ridha bahwa kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun terhadap Musa, hanya saja tidak ada nabi setelahku?”[6]

– Hadis Persaudaraan

Diriwayatkan melalui beberapa jalur bahwa Rasulullah (saw) mempersaudarakan (mengikat ukhuwah) di antara kaum Muslimin, dan beliau menangguhkan Ali hingga ia menjadi orang terakhir yang tersisa tanpa pasangan saudara.

Maka ia berkata:
“Wahai Rasulullah, engkau telah mempersaudarakan para sahabatmu, tetapi engkau meninggalkanku?!”

Rasulullah (saw) bersabda:
“Sesungguhnya aku menyisakanmu untuk diriku sendiri. Engkau adalah saudaraku dan aku adalah saudaramu. Maka jika seseorang menyebutmu, katakanlah: sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan saudara Rasul-Nya. Setelahmu, tidak ada yang mengatakan demikian kecuali pendusta. Demi Dia yang mengutusku dengan kebenaran, aku tidak memilihmu kecuali untuk diriku sendiri. Kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun terhadap Musa, hanya saja tidak ada nabi setelahku, dan engkau adalah saudaraku serta penggantiku.”[7]

– Hadis: “Ali dariku dan aku dari Ali”

Diriwayatkan dalam berbagai bentuk dari Rasulullah (saw) bahwa beliau bersabda:
“Sesungguhnya Ali dariku dan aku adalah penanggungnya, dan dia adalah wali seluruh orang beriman setelahku; dan perkara yang menjadi tanggunganku atau kewajibanku tidak dapat ditunaikan kecuali oleh diriku sendiri atau oleh Ali.”[8]

– Hadis Dua Belas Penerus

Diriwayatkan dari “Jabir dan Ibn ‘Uyainah”, dari Rasulullah (saw) bahwa beliau bersabda:
“Selama dua belas Penerus yang semuanya dari Quraisy memegang wilayah atas manusia, urusan manusia akan terus berjalan.”

Dalam riwayat lain dari Rasulullah (saw) disebutkan:
“Sesungguhnya agama Islam akan tetap mulia hingga dua belas Penerus, yang semuanya dari Quraisy.”[9]

Dalam Shahih Muslim juga disebutkan:
“Islam akan senantiasa tegak hingga datang hari kiamat dan atas kalian terdapat dua belas Penerus, yang semuanya dari Quraisy.”[10]

Catatan Kaki:

  1. Al-Bihar, jilid 35, halaman 24.
  2. Surah Asy-Syu‘ara ayat 214.
  3. Nahj al-Haqq, halaman 213.
  4. Al-Tara’if, halaman 22.
  5. Al-Bihar, jilid 38, halaman 148.
  6. Nahj al-Haqq, halaman 216.
  7. Nahj al-Haqq, halaman 218.
  8. Nahj al-Haqq, halaman 218.
  9. Nahj al-Haqq, halaman 230.
  10. Shahih Muslim, jilid 6, halaman 4.

Konten lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *