Salah satu perwujudan dari mukjizat Al-Qur’an adalah adanya ayat-ayat yang turun dalam rangka menghadapi berbagai macam kejadian dan tuduhan yang dilontarkan terhadap Rasul Saw dan Ahlulbaitnya.
Dalam hal ini, tafsir ayat (وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ) memiliki kedudukan tersendiri. Ayat ini turun sebagai jawaban atas tuduhan bahwa Rasul Saw telah gila akibat menjelaskan keutamaan Amirul Mukminin As.
Dalam sejumlah riwayat Imam Jafar Sadiq As menjelaskan tafsir ayat ini. Dalam sebuah riwayat Imam Sadiq As menjelaskan kepada Hassan Jammal bahwa maksud dari (الذكر) dalam ayat ini adalah Amirul Mukminin As.
Berdasarkan riwayat dari Ali bin Ibrahim, ketika Rasul Saw menjelaskan keutaman-keutamaan Amirul Mukminin As kepada orang-orang yang ingkar, mereka menuduh beliau sebagai orang gila. Dalam jawaban terhadap tuduhan tidak benar mereka ini, Allah Swt dalam Al-Qur’an menurunkan ayat ini (Bihar Al-Anwar, Jilid 22, Hal. 73): (وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ)
“Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan matanya ketika mereka mendengar Al-Qur’an dan berkata, “Sesungguhnya dia (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila.” (QS. Al-Qalam: 51)
Hassan Jammal meriwayatkan dari Imam Sadiq As: dalam perjalanan Imam Sadiq As dari Madinah ke Makkah, ketika kami sampai di daerah Ghadir Khum, beliau bersabda kepadaku: ini adalah tempat dimana Rasul Saw mengangkat tangan Amirul Mukminin dan bersabda: barangsiapa yang menjadikanku pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya.
Hassan Jammal melanjutkan: di sebelah kanan tenda ada empat orang dari Suku Quraisy yang tidak disebutkan namanya oleh Imam. Ketika empat orang itu melihat Rasul Saw mengangkat tangan Ali sampai bagian putih dari ketiaknya terlihat, mereka dengan nada menghina berkata: lihatlah matanya, bagaimana matanya berputar seperti matanya orang gila.
Kemudian, Jibril membawa ayat ini “Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan matanya ketika mereka mendengar Al-Qur’an dan berkata, “Sesungguhnya dia (Rasul Saw) benar-benar orang gila”, padahal ini (Al-Qur’an) tak lain hanyalah pengingat bagi penduduk bumi. (Man La Yahduruhu Al-Faqih, Jilid 1, Hal. 230)
Disaat seperti ini Jibril turun kepada Rasul Saw dan berkata bacalah (وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ . . .) lalu Rasul Saw bersabda kepada Jibril bahwa maksud dari (الذكر) adalah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.
Hassan berkata: aku berkata kepada Imam Sadiq As: segala puji bagi tuhan karena aku mendengar ucapan ini darimu.
Imam Sadiq As kemudian membalasnya dan berkata: wahai Hassan! Seandainya kau bukanlah penjaga untaku maka aku tidak akan pernah menyampaikannya padamu, karena jika kau menyampaikannya niscaya tidak akan ada yang percaya padamu.( Bihar Al-Anwar, Jilid 30, Hal. 259)
Diriwayatkan pula bahwa Imam Sadiq As bersabda: (الذكر) dalam ayat ini adalah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. (Bihar Al-Anwar, Jilid 37, Hal. 221).